News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PB Akuatik Indonesia Beberkan Kronologi Mundurnya Adellia di Final Asian Games 2026 dan Kondisi Terkini Sang Atlet

PB Akuatik Indonesia ungkap kronologi mundurnya atlet renang Tanah Air, Adellia, dari final Asian Games 2026. Kondisi terkini sang perenang juga disampaikan.
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:13 WIB
Tim Renang Putri Indonesia di Asian Games 2026
Sumber :
  • Tangkapan Layar instagram/@akuatikindo

Jakarta, tvOnenews.com - PB Akuatik Indonesia mengungkap kronologi mundurnya atlet renang Tanah Air, Adellia, dari final Asian Games 2026. Kondisi terkini sang perenang juga turut disampaikan.

Seperti diketahui, Adellia sebelumnya membantu Indonesia lolos ke final nomor estafet 4x100 meter gaya ganti putri Asian Games 2026. Namun, kondisi fisiknya membuat tim harus mengakhiri perjuangan sebelum final dimulai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Harian Federasi Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, menjelaskan kondisi Adellia. Ia menyebut masalah tersebut bukan cedera serius, melainkan kram akibat intensitas pertandingan yang tinggi.

"Ya, itu sebenarnya dia kram. Kram biasa, tapi karena memang itu high intensity kompetisinya dan itu back-to-back dia bertanding," ujar Harlin.

Menurut Harlin, kondisi Adellia belum memungkinkan untuk bertanding ketika final berlangsung. Namun, pemulihan sang perenang berjalan cukup cepat setelah mendapat waktu istirahat.

"Kemarin pada saat final kondisinya dia tidak memungkinkan, tapi 1-2 hari kemudian sudah pulih," kata Harlin. Kondisi tersebut menjadi kabar positif bagi tim renang Indonesia.

Harlin juga menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani Adellia. Intensitas tinggi dan jeda pertandingan yang berdekatan membuat kondisi fisik sang atlet terkuras.

"Selain dari dia back-to-back pertandingan, mungkin tekanan-tekanan mentalnya juga berat. Apalagi terakhir kan sebenarnya berhasil lolos ke final," tutur Harlin.

Indonesia sebelumnya berhasil mengamankan tiket final nomor 4x100 meter gaya ganti putri. Tim Merah Putih mencatat waktu 4 menit 15,90 detik pada babak kualifikasi.

Catatan tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedelapan klasemen keseluruhan. Hasil itu cukup untuk membawa tim estafet putri Indonesia melaju ke final.

Indonesia tampil di Heat 2 bersama China, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Mongolia. Tim Indonesia finis di posisi kelima heat dengan catatan waktu 4 menit 15,90 detik.

Namun, kondisi Adellia membuat Indonesia tidak dapat tampil pada final yang berlangsung di Tokyo Aquatics Centre. Slot yang ditinggalkan Indonesia kemudian diberikan kepada Makau.

Makau sebelumnya mencatat waktu 4 menit 19,84 detik pada kualifikasi Heat 1. Tim tersebut mendapat kesempatan tampil di final setelah Indonesia memutuskan mundur.

Akuatik Indonesia juga menyampaikan permintaan maaf Adellia kepada masyarakat dan para pecinta renang Tanah Air. Ia turut meminta maaf kepada tiga rekan setimnya yang batal tampil di partai final.

"Adellia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, para pecinta renang tanah air, 3 rekan se-timnya Flairene, Nadia dan Chantika atas kondisinya yang membuat para srikandi renang Indonesia batal tampil di babak final 4×100m Gaya Ganti Estafet Putri," tulis Akuatik Indonesia melalui akun Instagram resminya.

Tim estafet tersebut diperkuat Flairene Candra pada gaya punggung. Adellia bertugas pada gaya dada, Nadia Aisha Nurazmi di gaya kupu-kupu, serta Adelia Chantika Aulia pada gaya bebas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harlin menilai pengalaman tersebut menjadi perhatian penting dalam menjaga kondisi atlet. Terutama ketika perenang harus menjalani beberapa nomor dengan jadwal yang berdekatan.

(sub)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Baila dan Ivar Jenner Go Public? Personel "no na" Itu Kepergok Lagi Dukung Pemain Timnas di GBK

Baila dan Ivar Jenner Go Public? Personel "no na" Itu Kepergok Lagi Dukung Pemain Timnas di GBK

Warganet mengait-ngaitkan kehadiran Baila di GBK ada hubungannya dengan pemain Timnas Ivar Jenner. Keduanya seolah mulai go public dengan hubungan asmaranya.
Apa Kabar Mees Hilgers? Bek Timnas Indonesia kembali Bermain 45 Menit Saat Heerenveen Menang

Apa Kabar Mees Hilgers? Bek Timnas Indonesia kembali Bermain 45 Menit Saat Heerenveen Menang

Mees Hilgers kembali tampil 45 menit saat Heerenveen menang 2-1 atas Groningen, tetapi proses comeback-nya sempat terganggu oleh kemunduran fisik ringan saja.
KOVO Cup 2026 Mulai dalam Waktu Dekat, Pelatih Hyundai Hillstate Malah Dihadapkan Keputusan Krusial

KOVO Cup 2026 Mulai dalam Waktu Dekat, Pelatih Hyundai Hillstate Malah Dihadapkan Keputusan Krusial

Menjelang dimulainya KOVO Cup 2026, pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, dihadapkan dengan sebuah keputusan krusial terkait komposisi skuad terbaiknya.
Tiba di Singapura, Gavin Lee Respons Kekecewaan Suporter Imbas Kalah Setengah Lusin Gol dari Malaysia

Tiba di Singapura, Gavin Lee Respons Kekecewaan Suporter Imbas Kalah Setengah Lusin Gol dari Malaysia

Singapura menutup turnamen dengan kontroversi kekalahan atas Malaysia di laga pamungkas FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026). 
Temuan Influenza A di Tangerang Capai 30 Ribu Kasus Sepanjang Januari-September 2026, Kadinkes: Hampir Ribuan Kasus per Bulan

Temuan Influenza A di Tangerang Capai 30 Ribu Kasus Sepanjang Januari-September 2026, Kadinkes: Hampir Ribuan Kasus per Bulan

Temuan paparan influenza A di Kabupaten Tangerang mencapai 30.000 kasus sepanjang periode Januari hingga September 2026 atau hampir ribuan kasus per bulan.
Thomas Tuchel Akui Pemain Manchester City Was-was, Persiapan Inggris di UEFA Nation League

Thomas Tuchel Akui Pemain Manchester City Was-was, Persiapan Inggris di UEFA Nation League

Menurut Thomas Tuchel, para pemain Manchester City yang sedang berada di skuad Inggris wajar merasa khawatir karena masa depan klub mereka masih belum jelas.

Trending

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Lolos ke final bukan sekadar prestasi, juga membawa 'angin tenang' di luar lapangan.
Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Gol debut itu pun memastikan kemenangan 4-2 Vietnam atas Pakistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026). 
Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Thailand sudah lebih dahulu memastikan finis sebagai juara grup dan menantang Timnas Indonesia di babak final FIFA ASEAN Cup sebelum akhirnya kalah dari Filipina
FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Malaysia yang sama-sama berjuang ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 dijegal Timnas Indonesia di detik terakhir dalam penyisihan Grup A. 
Profil Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya yang Baru Bergelar Profesor

Profil Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya yang Baru Bergelar Profesor

Inilah profil Irjen Pol Dadang Hartanto Kapolda Metro Jaya yang baru. Ternyata Kapolda Metro Jaya yang baru ini memiliki gelar profesor.
88 Pati dan Pamen Dimutasi Sehari Setelah Suyudi Ario Seto Jabat Kapolri, Asep Safrudin Jadi Kabareskrim Polri hingga Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya

88 Pati dan Pamen Dimutasi Sehari Setelah Suyudi Ario Seto Jabat Kapolri, Asep Safrudin Jadi Kabareskrim Polri hingga Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya

Sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Kapolri, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 pati dan pamen.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT