Setter Nomor 1 Korea Pernah Blak-blakan Soal Megawati Hangestri dan Giovanna Milana, Ungkap Perbedaan Keduanya
- Instagram @red__sparks
tvOnenews.com - Setter Hyundai E&C Hillstate, Kim Da-in, ternyata pernah merasakan langsung kerasnya serangan Megawati Hangestri Pertiwi ketika keduanya masih berstatus sebagai lawan di Liga Voli Korea.
Menariknya, Kim Da-in tidak hanya mengingat smash Megawati. Ia juga pernah membandingkan pukulan pemain berjuluk Megatron tersebut dengan serangan Giovanna Milana atau Gia, pemain Amerika Serikat yang juga pernah menjadi salah satu mesin poin di V-League.
Perbandingan tersebut muncul dari pengalaman Kim Da-in ketika harus menerima serangan kedua pemain asing tersebut.
Megawati pertama kali merasakan atmosfer V-League pada musim 2023/2024 bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
- Kolase tvOnenews.com / KOVO / Instagram @hdecvolleyballteam
Pada musim tersebut, Megawati langsung mencuri perhatian karena kemampuan menyerangnya. Power besar yang dimilikinya membuat pemain asal Jember tersebut kemudian mendapatkan julukan Megatron.
Salah satu pemain yang pernah merasakan langsung kerasnya smash Megawati adalah Kim Da-in.
Ketika Red Sparks menghadapi Hyundai Hillstate, Megawati melepaskan serangan keras ke area pertahanan lawan. Kim Da-in yang berada di barisan belakang tidak sempat menghindari laju bola.
Bola hasil spike Megawati mengenai tubuh sang setter hingga membuatnya terjatuh. Momen tersebut kemudian menjadi kenangan tersendiri bagi Kim Da-in.
Dalam tayangan video di kanal YouTube resmi Hyundai Hillstate, Kim Da-in mengungkap bahwa dirinya pernah terkena serangan dari Megawati dan Gia.
“Aku terkena pukulan Mega 1 kali dan Gia 1 kali,” ujar Kim Da-in seusai pertandingan.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi menarik karena Kim Da-in secara langsung membandingkan karakter serangan kedua pemain.
Menurut Kim Da-in, pukulan Gia dan Megawati memiliki karakter berbeda.
Serangan Gia disebut lebih banyak mengandalkan placing sehingga tidak terasa sekeras smash Megawati.
Sementara itu, Megawati mengandalkan power besar ketika melakukan serangan.
"Ah, tapi sedikit (sakit). Spike Gia itu pukulan placing jadi tidak terlalu keras. Tapi spike Mega beneran keras, sampai merah, lihat ini. Pukulan dia (Megawati Hangestri) sangat keras," jelasnya.
Pengakuan Kim Da-in tersebut memberikan gambaran menarik mengenai perbedaan dua pemain yang sama-sama pernah menjadi andalan serangan di V-League.
Gia lebih dikenal dengan variasi serangan dan kemampuan menempatkan bola, sedangkan Megawati memiliki salah satu senjata yang sangat menonjol berupa kekuatan pukulan.
Bagi Kim Da-in, perbedaan tersebut bahkan terasa ketika dirinya menjadi penerima serangan.
Tak heran jika pengalaman menghadapi Megawati meninggalkan kesan tersendiri.
Kim Da-in pun tidak membutuhkan penjelasan panjang ketika memberikan penilaian terhadap Megawati.
"Mega memang jago," pungkas Kim Da-in.
- Instagram @hdecvolleyballteam
Hal paling menarik dari cerita tersebut adalah perubahan hubungan keduanya.
Saat itu, Kim Da-in harus berusaha mengantisipasi smash Megawati sebagai lawan.
Kini, ia justru berpotensi menjadi salah satu pemain yang paling sering memberikan umpan kepada Megawati.
Kim Da-in tetap menjadi bagian dari Hyundai Hillstate, sementara Megawati datang ke klub asal Suwon tersebut sebagai pemain kuota Asia.
Perubahan ini membuat hubungan setter dan opposite tersebut sangat layak diperhatikan.
Sebagai setter, Kim Da-in bertugas membaca situasi permainan dan menentukan distribusi bola. Sementara Megawati akan menjadi salah satu opsi utama untuk menyelesaikan serangan.
Chemistry keduanya akan menjadi bagian penting dalam upaya Hillstate membangun pola permainan baru.
Apalagi, Megawati bukan satu-satunya pemain asing yang dipersiapkan Hillstate.
Klub tersebut juga memiliki Jordan Wilson yang diproyeksikan memperkuat sektor serangan.
Kehadiran dua pemain asing membuat Kim Da-in memiliki sejumlah pilihan dalam mendistribusikan bola.
Megawati dapat menjadi opsi dari posisi opposite, sedangkan Jordan Wilson memberikan alternatif serangan dari sisi luar.
Menariknya, penggemar tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melihat bagaimana kombinasi tersebut bekerja dalam pertandingan resmi.
KOVO Cup 2026 akan menjadi salah satu panggung pertama Megawati bersama Hyundai Hillstate sebelum V-League 2026/2027 dimulai.
Turnamen tersebut berlangsung di Yeosu Jinnam Gymnasium pada Oktober 2026.
Hillstate berada di Grup B bersama Korea Expressway Hi-Pass dan GS Caltex Seoul KIXX. Mereka dijadwalkan menghadapi Hi-Pass pada 14 Oktober dan GS Caltex pada 16 Oktober.
Bagi Kim Da-in dan Megawati, turnamen itu juga bisa menjadi awal dari hubungan baru di dalam lapangan.
Jika dahulu Kim Da-in pernah terjatuh setelah menjadi sasaran smash Megawati, kini ia justru memiliki tugas untuk membuat smash Megatron kembali menjadi senjata mematikan Hyundai Hillstate.
Perubahan peran itulah yang membuat duet keduanya menjadi salah satu kombinasi paling menarik untuk dinantikan pada musim V-League 2026/2027.
(tsy)
Load more