Jendi Pangabean Tak Gentar Usia 35 Tahun, Siap Pertahankan Emas di Asian Para Games 2026
- NPC Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean berambisi untuk kembali membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. Menjadi atlet tersukses di ASEAN Para Games, Jendi kini siap unjuk gigi di Asian Para Games 2026.
Jendi Pangabean bertekad mempertahankan prestasi emas meski kini harus menghadapi tantangan usia dan persaingan yang semakin ketat.
Asian Para Games 2026 menjadi penampilan keempat Jendi di ajang multievent para olahraga terbesar di Asia. Atlet asal Sumatera Selatan tersebut sebelumnya sukses meraih emas nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9 pada Asian Para Games 2018 dan 2022.
Memasuki usia 35 tahun, Jendi menyadari persaingan di Nagoya tidak akan mudah. Namun, pengalaman panjang dan hasil positif pada ASEAN Para Games 2025 menjadi modal penting untuk kembali memberikan prestasi bagi Merah Putih.
Jendi bahkan tampil gemilang di ASEAN Para Games 2025 Thailand dengan mengoleksi tujuh medali emas. Capaian tersebut membuat kepercayaan dirinya meningkat, tetapi ia tetap sadar level Asian Para Games jauh lebih tinggi.
"Persiapannya sekarang sudah persiapan pra-pertandingan. Program sudah siap menuju pertandingan. Kita sudah hampir 100 persen. Besok (Selasa) kita berangkat, kita harus fight," ujar Jendi, Senin (12/10/2026).
Pelatih menargetkan Jendi membawa pulang medali dari Nagoya. Kendati demikian, ia memilih tidak menjadikan target tersebut sebagai beban dan hanya ingin memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia.
"Mudah-mudahan, berharap yang terbaik untuk Indonesia, bisa menyumbangkan medali," katanya. Jendi menilai fokus dan konsistensi menjadi kunci untuk menghadapi persaingan di Jepang.
"Tentu ini event yang lebih besar dari ASEAN Para Games kemarin, jadi saya harus benar-benar fokus di sini untuk bisa menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia," tutur Jendi.
Ia pun mengakui faktor usia menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kerja lebih keras.
"Ini menjadi tantangan yang berat juga buat saya, karena umur saya sudah tidak muda lagi. Jadi saya harus lebih kerja keras lagi di Asian Para Games yang di Nagoya ini," ungkapnya.
Dukungan keluarga juga menjadi sumber motivasi Jendi meski istri dan anaknya tidak dapat hadir langsung di Jepang.
"Di Nagoya ini mereka kebetulan tidak bisa ikut, tapi tetap tidak menjadi penghalang buat saya. Mereka selalu memberikan support dan dukungan dari Indonesia, dan itu menjadi motivasi yang besar buat saya," pungkasnya.
Load more