Bersama Puluhan Peserta dari Berbagai Negara, Yolla Yuliana dan Agustin Wulandhari Ikut Kursus Kepelatihan FIVB
- PBVSI
tvOnenews.com - Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) menggelar kursus kepelatihan Level I dan II di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, sepanjang Oktober 2026.
Program ini diikuti puluhan peserta dari berbagai negara, termasuk sejumlah mantan dan pemain aktif bola voli Indonesia yang ingin memperdalam ilmu kepelatihan.
Kursus Level I berlangsung pada 10-14 Oktober 2026 dengan melibatkan 40 peserta. Sementara itu, pelatihan Level II dijadwalkan pada 17-21 Oktober mendatang.
- PBVSI
Peserta Level I berasal dari sejumlah negara, seperti Vietnam, Amerika Serikat, Iran, India, dan Indonesia. Empat pevoli putri Tanah Air juga ambil bagian.
Mereka adalah Yolla Yuliana, Agustin Wulandhari, Nandita Ayu Salsabila, dan Amalia Fajrina Nabila. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan di luar lapangan.
Yolla mengungkapkan bahwa dirinya ingin menambah pengetahuan serta pengalaman dalam melatih. Meski demikian, ia belum memutuskan pensiun dari kariernya sebagai pemain.
Pelatihan Level I dipandu instruktur asal Jerman, Christian Kruger. Ia mengaku senang kembali ke Indonesia untuk kelima kalinya sebagai pengajar kursus kepelatihan.
"Selain fasilitas yang memadai, lingkungan pelatihan nyaman dan masyarakat Indonesia ramah terhadap peserta dari berbagai negara," kata Kruger.
Ia juga menilai perkembangan bola voli Indonesia semakin positif. Kruger menekankan penguasaan teknik dasar, koordinasi, dan pemahaman situasi pertandingan sebagai bekal penting pelatih.
"Pelatih modern dituntut terus mengembangkan kemampuan seiring perubahan regulasi dan perkembangan pola permainan bola voli," katanya.
Materi kursus mencakup latihan penguasaan bola, teknik setter, umpan atas dan bawah, blok, servis, serta serangan open spike dan quick spike.
Dalam sesi tersebut, peserta berlatih memberikan servis dan umpan bola untuk mendukung latihan setter, spiker, serta pertahanan.
Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami metode pengembangan keterampilan atlet.
Peserta juga menjalani simulasi pertandingan dan persiapan ujian praktik untuk mengasah kemampuan menyusun serta memimpin latihan atlet.
Setelah Level I berakhir pada Rabu (14/10/2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Level II.
Program ini diharapkan meningkatkan kompetensi pelatih dalam membina pemain, mulai dari tahap pengembangan hingga persaingan kompetitif.
(akg)
Load more