Angin Nagoya Sulit Ditebak, Kholidin dan Tim Panahan Indonesia Bidik Emas Asian Para Games 2026
- NPC Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Tim para panahan Indonesia langsung menghadapi tantangan cuaca saat menjalani latihan perdana Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Tiupan angin yang sulit ditebak karena terlihat tetapi mampu menggeser arah anak panah tak membuat para atlet Merah Putih gentar menghadapi persaingan sengit dengan India dan China.
Latihan perdana berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park, Kamis (15/10/2026), dengan suhu pagi sekitar 16-18 derajat Celsius.
Kondisi tersebut berbeda dengan cuaca di Indonesia, tetapi para atlet mulai melakukan adaptasi agar target meraih minimal dua medali dapat diwujudkan.
Pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, menyebut angin menjadi faktor yang paling harus diperhatikan selama berada di arena pertandingan. Menurutnya, karakter angin dapat memengaruhi lintasan anak panah ketika sudah mendekati sasaran.
“Tantangan terbesar datang dari angin yang membuat anak panah kadang bergeser di tiga per empat jarak, tetapi para atlet sudah bisa mengatasinya,” kata Rameez Ali, Kamis (15/10/2026).
Kontingen Indonesia mengincar dua tiket final dari sembilan nomor yang diikuti pada Asian Para Games 2026. Target tersebut diharapkan menghasilkan dua medali sekaligus melampaui pencapaian Indonesia di Hangzhou 2022 yang menghasilkan dua medali perunggu.
“Di Hangzhou itu pertama kali kita mendapatkan medali, walaupun perunggu. Insyaallah di Asian Para Games ini kita menargetkan dua final, dan Bismillah, bisa satu emas. Pesaing kami terberat adalah India dan China,” ungkap dia.
Salah satu atlet yang memiliki ambisi besar adalah Kholidin dari nomor recurve. Ia memastikan persiapannya sudah mencapai kondisi maksimal sebelum menghadapi persaingan di Nagoya.
“Kalau untuk persiapan, Alhamdulillah kita sudah siap, sangat siap. Sudah 100 persen. Fisik juga sudah siap, alhamdulillah,” tegasnya.
Kholidin bahkan langsung mempelajari arah angin sejak sesi latihan pertama. Ia menyiapkan penyesuaian bidikan agar anak panah tetap mengarah ke sasaran ketika angin bergerak dari samping.
“Ketika angin ke kanan, saya harus paling tidak bidiknya sedikit ke kiri. Itu untuk antisipasi. Ketika anginnya stabil, lurus, baru bisa bidik tengah,” imbuh dia.
Selain India dan China, Thailand juga masuk radar Kholidin sebagai lawan yang patut diperhitungkan. Meski persaingan berat, atlet Indonesia tersebut tetap percaya peluang meraih kemenangan terbuka.
“Kita yang penting berusaha semaksimal mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin. Kita bisa menang,” katanya.
Kholidin memiliki motivasi pribadi yang membuat target di Nagoya terasa semakin penting. Setelah gagal membawa pulang medali dari Asian Para Games Hangzhou, ia kini ingin membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.
“Target impian saya adalah mendapatkan emas Paralympic. Saya ingin seperti pejuang-pejuang kita terdahulu. Beliau berjuang untuk negara dengan melawan penjajah, tapi kalau saya untuk olahraga,” tuturnya.
Load more