Jordan Wilson Dinilai Gagal Penuhi Ekspektasi Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Ikut Jadi Sorotan
- Hyundai Hillstate
tvOnenews.com - Penampilan pemain asing anyar Hyundai Hillstate, Jordan Wilson, menjadi sorotan media Korea setelah timnya gagal meraih kemenangan dalam Turnamen Bola Voli Profesional Piala Yeosu-NH Nonghyup 2026.
Kondisi tersebut turut menjadi tantangan bagi Megawati Hangestri yang kini memperkuat Hyundai Hillstate untuk menghadapi kompetisi V-League 2026/2027.
Hyundai Hillstate mengakhiri turnamen pramusim dengan hasil mengecewakan setelah menelan dua kekalahan tanpa mampu merebut satu set pun.Â
- Hyundai Hillstate
Tim asuhan Kang Sung-hyung itu takluk 0-3 dari Korea Expressway Corporation, kemudian kembali kalah dengan skor identik saat menghadapi GS Caltex pada 16 Oktober 2026.
Media Korea Selatan, Newspim, menilai belum maksimalnya kontribusi Jordan menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan Hyundai Hillstate.Â
Dalam pertandingan melawan Korea Expressway Corporation, Jordan sebenarnya menjadi pencetak poin terbanyak Hyundai Hillstate dengan torehan 15 poin.Â
Akan tetapi, tingkat keberhasilan serangannya hanya mencapai 34,15 persen, sementara efisiensi serangannya berada di angka 17,07 persen.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Jordan masih perlu meningkatkan efektivitas serangannya.Â
- Kolase tvOnenews.com / tangkapan layar Youtube Hyundai Hillstate
Meski mendapatkan banyak kesempatan untuk menyerang, tidak semua peluang berhasil dikonversi menjadi poin yang menguntungkan tim.
Masalah berlanjut ketika Hyundai Hillstate menghadapi GS Caltex. Jordan kembali menyumbangkan 13 poin, tetapi efisiensi serangannya merosot tajam menjadi 3,03 persen. Tingkat keberhasilan serangannya pun hanya mencapai 30,30 persen.
Newspim turut menyoroti kemampuan penerimaan bola Jordan yang belum memuaskan. Dalam pertandingan melawan Korea Expressway Corporation, efisiensi penerimaannya tercatat hanya lima persen.
"Jordan gagal menunjukkan daya saing yang jelas di turnamen piala ini. Hyundai E&C mengharapkan lebih dari sekadar mencetak poin dari Jordan. Sebagai pemain asing berposisi outside hitter, ia diharapkan menunjukkan kekuatan ofensif yang pasti sekaligus berbagi beban dalam menerima bola. Namun, di turnamen Piala tersebut, ia gagal memenuhi harapan untuk kedua peran tersebut," tulis media Korea, Newspim.
- Tangkapan layar Youtube Hyundai E&C Hillstate
Jordan memang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tim dan kompetisi Korea Selatan, sehingga penampilannya dalam dua pertandingan Piala 2026 belum bisa menjadi gambaran mutlak kemampuannya sepanjang musim.
Meski begitu, catatan tersebut menunjukkan bahwa Hyundai masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperkuat lini serang sekaligus memperbaiki penerimaan bola.
Megawati Hangestri Ikut Menghadapi Dampak Permainan yang Belum Stabil
Situasi yang dialami Jordan turut memengaruhi upaya Hyundai Hillstate membangun serangan secara kolektif.Â
Ketika penerimaan bola tidak berjalan baik, Kim Da-in memiliki lebih sedikit pilihan untuk mendistribusikan bola kepada para penyerang.
Akibatnya, serangan Hyundai berpotensi lebih mudah dibaca dan dibendung lawan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Megawati Hangestri yang juga diharapkan menjadi salah satu tumpuan utama tim pada musim baru.
- KOVO
Meski Hyundai gagal meraih kemenangan, Mega memperlihatkan perkembangan positif dalam pertandingan kedua.Â
Saat menghadapi Korea Expressway Corporation, pemain Indonesia itu mencetak 14 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 35 persen dan efisiensi serangan 22,5 persen.
Penampilannya kemudian meningkat ketika Hyundai berhadapan dengan GS Caltex. Mega membukukan 15 poin dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 50 persen dan efisiensi serangan 35,71 persen.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Mega mampu memberikan ancaman lebih besar ketika memperoleh kesempatan menyerang dengan baik. Namun, kontribusinya belum cukup untuk mengangkat Hyundai dari kekalahan.
Selain persoalan Jordan, Hyundai juga masih berusaha menutup kekosongan yang ditinggalkan middle blocker senior Yang Hyo-jin setelah pensiun. Perubahan di posisi tengah itu membuat keseimbangan serangan dan pertahanan tim belum terlihat optimal.
Dengan demikian, tantangan Hyundai Hillstate bukan semata-mata meningkatkan performa Jordan atau memaksimalkan kemampuan Mega. Tim juga perlu memperbaiki penerimaan bola, membangun variasi serangan, dan membagi tanggung jawab mencetak poin kepada lebih banyak pemain. (asl)
Load more