News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Manis Elena Rybakina Juarai Wimbledon Jadi Akhir Pahit Dongeng Ons Jabeur

Elena Rybakina tak menyangka bisa menjuarai Wimbledon tahun ini. Dia bahkan tidak percaya bisa melenggang ke pekan kedua.
Minggu, 10 Juli 2022 - 07:24 WIB
Petenis Kazakhstan Elena Rybakina dan petenis Tunisia Ons Jabeur setelah laga final tunggal putri Wimbledon di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, 9 Juli 2022.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/REUTERS

Jakarta - Elena Rybakina tak menyangka bisa menjuarai Wimbledon tahun ini. Dia bahkan tidak percaya bisa melenggang ke pekan kedua.

Dia memang sudah bekerja keras guna menggapai impiannya, namun tetap saja dia tak menyukai persiapannya untuk turnamen Grand Slam lapangan rumput di London itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum mendatangi All England Club, petenis berusia 23 tahun itu mesti berjuang melawan cedera sampai-sampai tak memiliki gambaran apa-apa mengenai langkahnya selama Wimbledon 2022.

Namun dari laga ke laga, termasuk saat menumbangkan dua mantan juara Grand Slam, Simona Halep dan Bianca Andreescu, petenis Kazakhstan asal Rusia itu membuktikan dirinya mampu.

Sabtu malam kemarin Rybakina mengguncang dunia setelah melakukan pembalikan luar biasa untuk menang 3-6, 6-2, 6-2 atas petenis Tunisia yang difavoritkan juara, Ons Jabeur, di lapangan utama Wimbledon di Centre Court.

Dia pun untuk pertama kalinya menjuarai turnamen Grand Slam yang juga yang pertama untuk Kazakshtan.

Setelah poin terakhir dia menangkan ketika backhand Jabeur melayang di luar garis, Rybakina yang pendiam itu seperti tak mempercayai yang telah menimpa dirinya. Dia baru tersenyum setelah berjabat tangan dengan Jabeur.

"Saya sama sekali tak bisa berkata apa-apa," kata Rybakina di lapangan pertandingan. "Menjadi juara itu luar biasa hebat, saya tak punya kata-kata untuk mengungkapkan betapa bahagianya saya."

Lahir di Moskow tetapi empat tahun terakhir membela Kazakhstan, Rybakina dinobatkan sebagai juara Wimbledon ketika semua petenis Rusia dilarang tampil dalam turnamen ini.

Panitia melarang petenis Rusia dan Belarus akibat invasi Rusia ke Ukraina, dan itu termasuk para bintang seperti petenis nomor satu dunia Daniil Medvedev dan juara Grand Slam dua kali Victoria Azarenka.

Namun, masih ada pemain Rusia yang bermain di lapangan rumput yang terkenal itu setelah Rybakina memilih bermain di bawah bendera Kazakhstan sejak 2018 ketika dia terlunta-lunta pada peringkat 175 dunia.

Empat tahun kemudian, Rybakina mempersembahkan gelar juara Grand Slam pertama untuk Kazakhstan dan sekaligus mengeduk hadiah senilai 2,4 juta dolar AS (Rp35,59 miliar).

Sepanjang turnamen dia senantiasa dilabeli kata "petenis kelahiran Rusia" yang sepertinya untuk menegaskan ironi larangan kepada petenis Rusia.

Tetapi petenis putri bertinggi 1,84 meter itu menegaskan bahwa dia sepenuhnya untuk Kazakhstan.

"Saya bermain untuk Kazakhstan sejak lama. Saya senang sekali bisa mewakili Kazakhstan," kata petenis berperingkat 23 dunia itu setelah mengalahkan Simona Halep dalam semifinal.

"Mereka (Kazakshtan) mempercayai saya," sambung dia seperti dikutip ESPN, seolah membuat ironi lain untuk nasib hidupnya yang pernah ditolak federasi tenis Rusia sehingga terdorong pindah kewarganegaraan ke Kazakhstan yang 19 persen berpenduduk beretnis Rusia dan berbatasan dengan Rusia di utara.

Rybakina enggan terus-terusan ditanya berapa lama menghabiskan waktu di Moskow yang sampai kini menjadi tempat tinggal utamanya. Rybakina berkilah bahwa dia lebih sering berlatih di Slovakia dan Dubai.

Ā 

Bukan cuma Rybakina

Bukan hanya Rybakina petenis asal Rusia yang membela Kazakhstan. Masih ada pemain-pemain seperti Alexander Bublik, Dmitry Popko dan Mikhail Kukushkin yang adalah tiga teratas sektor putra di Kazakhtan. Kukushkin yang kini berusia 34 tahun bahkan sudah memegang paspor Kazakhstan sejak 2008.

Dalam kompetisi beregu, petenis putri Kazakhstan yang paling sukses sebelumnya adalah Galina Voskoboeva, juga kelahiran Moskow.

Rybakina adalah salah satu dari segelintir petenis yang menjuarai Grand Slam dalam final pertamanya dalam turnamen utama tenis ini.

Perjalanan Rybakina sampai final Wimbledon pun melelahkan karena hampir dilalui dengan pertarungan-pertarungan sengit, kecuali saat menundukkan Simona Halep dalam semifinal.

Dia mengalahkan Coco Vandeweghe pada babak pertama lewat tiebreak, demikian pula Bianca Andreescu pada babak kedua dan Zheng Qinwen pada babak ketiga.

Setelah mengalahkan Petra Martic pada babak keempat, dia maju ke perempat final untuk menghadapi Ajla Tomljanovic yang dia kalahkan dalam tiga set. Usai menundukkan Simona Halep 6-3, 6-3 dalam semifinal, dia mengalahkan Ons Jabeur dalam final.

Senjata andalannya adalah servis kencang yang membuat dia bisa menyusul ketertinggalan satu set dari Jabeur, sebelum merampas dua set berikutnya dengan menghujani petenis Tunisia itu dengan rangkaian servis geledek.

Dia juga memiliki rahasia lain berupa semangat berjuang yang tinggi yang membuatnya terlihat tenang kala ditekan lawan sekalipun gugup saat set pertama melawan Jabeur.

Kini berperingkat 23, Rybakina menjadi petenis putri pertama non 20 besar WTA yang menjuarai Wimbledon sejak Venus Williams pada 2007.

Dia juga petenis putri pertama yang menang di All England Club setelah tertinggal dalam set pertama sejak Amelie Mauresmo pada 2006, dan wanita termuda yang menjuarai Wimbledon sejak Petra Kvitova pada 2011.

Dia berterima kasih kepada Kazakhstan yang telah menampungnya ketika di negeri asalnya di Rusia dianggap sebelah mata.

"Kazakhstan mendatangi saya dan mereka memberikan segalanya kepada saya," kata Rybakina seperti dikutip AFP.

Perjalanannya dari Rusia ke Kazakhstan difasilitasi oleh ketua federasi tenis Kazakhstan yang juga pengusaha kaya raya, Bulat Utemuratov, yang menurut majalah Forbes memiliki kekayaan 2,5 miliar dolar AS (Rp37,4 triliun).

Utemuratov hadir di lapangan ketika Rybakina dianugerahi trofi juara tunggal putri Wimbledon oleh Kate Middleton yang bergelar Duchess of Cambridge dan bernama resmi Putri Chaterine, sang istri Pangeran William.

Ā 

Hanya soal waktu

Kemenangan Rybakina juga mengartikan berakhirnya dongeng perjalanan Ons Jabeur.

Sebelum dikalahkan Rybakina, petenis Tunisia ini sudah membayangkan dirinya berbicara di depan audiens Centre Court sambil memegang trofi juara.

Sesungguhnya dia dan Rybakina berusaha menjadi orang pertama di negaranya masing-masing yang menjuarai Wimbledon dan sekaligus Grand Slam. Bahkan Jabeur bisa menjadi petenis Arab dan Afrika pertama yang menjuarai turnamen utama tenis tersebut.

"Elena mencuri gelar saya," kata Jabeur berseloroh, saat penyerahan trofi setelah dikalahkan petenis yang lebih muda empat tahun dibandingkan dirinya itu.

Petenis berusia 27 tahun tersebut juga tak berhasil membuat rakyat Tunisia dan Arab menikmati sukses juara Grand Slam sambil merayakan Idul Adha.

"Saya sangat menginginkan gelar itu. Mungkin karena terlalu menginginkannya, saya gagal mendapatkannya," kata Jabeur seperti dikutip Reuters.

"Saya sudah melakukan segalanya sejak awal tahun ini agar benar-benar fokus kepada turnamen ini. Saya bahkan punya foto trofinya dalam ponsel saya," sambung dia dalam gaya jenaka.

Jabeur mendapatkan dukungan yang lebih banyak dari penonton yang memenuhi lapangan utama Centre Court yang berkapasitas 15.000 orang itu, sampai sering terdengar teriakan "Yalla, Yalla Ons".

Bahkan ketika Rybakina membuat kesalahan, penonton bersorak demi Jabeur.

Tetapi itu sama sekali tak mengganggu konsentrasi petenis Kazakhstan tersebut untuk terus bertempur sampai menjadi juara.

Jabeur menyesali pengembalian bolanya pada pukulan terakhir yang membuat Rybakina memastikan memenangkan final ini, padahal beberapa kali dia memiliki kesempatan melumpuhkan servis Rybakina yang membuat total 29 pukulan winner.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun demikian, petenis perintis Tunisia itu tahu dirinya sudah membuat rakyat Tunisia dan jutaan orang di seluruh dunia berbahagia. Hanya soal waktu dia bisa masuk daftar pemain yang menjuarai Grand Slam.

"Saya berusaha menginspirasi generasi di negara saya. Saya harap mereka mendengar," kata Jabeur. (ant/ari)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BPDP Didorong Perkuat SDM Sawit, Apkasindo: Kunci Utama Daya Saing Industri Nasional

BPDP Didorong Perkuat SDM Sawit, Apkasindo: Kunci Utama Daya Saing Industri Nasional

BPDP dinilai jadi motor pengembangan SDM sawit nasional. Ribuan petani dan mahasiswa telah ikut pelatihan dan beasiswa hingga 2025.
Tim yang Dikalahkan Persib 2 Kali Selangkah Lagi Ke Final ACL Two, Gratiskan Tiket Pertandingan Vs Gamba Osaka

Tim yang Dikalahkan Persib 2 Kali Selangkah Lagi Ke Final ACL Two, Gratiskan Tiket Pertandingan Vs Gamba Osaka

Adalah Bangkok United, tim asal Thailand yang sempat dikalahkan Persib sebelum akhirnya selangkah lagi ke final ACL Two.
Stasiun MRT Jakarta Alami Blackout Sore Tadi, Ternyata Ini Penyebabnya

Stasiun MRT Jakarta Alami Blackout Sore Tadi, Ternyata Ini Penyebabnya

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan penyebab beberapa stasiun mengalami blackout hingga gangguan operasional pada sore hari ini.
Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal

Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal

Berikut rekomendasi tema naskah khutbah Jumat singkat terbaru untuk sesi ceramah ibadah shalat Jumat, dengan judul "Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal".
Selat Hormuz Kembali Memanas, DPR Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Utamakan Diplomasi

Selat Hormuz Kembali Memanas, DPR Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Utamakan Diplomasi

Penutupan kembali jalur strategis Selat Hormuz memicu kekhawatiran baru di tengah ketegangan geopolitik global.
6 Item Wajib Jungler Assassin Biar Damage Tembus Armor Tebal Hero Tank

6 Item Wajib Jungler Assassin Biar Damage Tembus Armor Tebal Hero Tank

Berikut ini enam item yang sering menjadi andalan jungler assassin untuk menghadapi hero dengan pertahanan tinggi.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT