GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wael Arakji Sabet MVP Piala FIBA Asia 2022

Di final, Arakji mengumpulkan tak kurang dari 28 poin, tujuh rebound, dan lima assist, sayangnya Lebanon harus merelakan trofi Piala FIBA Asia kembali dibawa pulang oleh Australia.
Minggu, 24 Juli 2022 - 22:42 WIB
Wael Arakji sabet gelar MVP Piala FIBA Asia 2022
Sumber :
  • Antara

Jakarta, - Kapten tim nasional bola basket Lebanon Wael Arakji menyabet gelar sebagai Pemain Terbaik (Most Valuable Player/MVP) dalam turnamen Piala FIBA Asia 2022 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 12-24 Juli. Arakji menerima trofi MVP usai laga final, Minggu (24/7/2022).

Di final, Arakji mengumpulkan tak kurang dari 28 poin, tujuh rebound, dan lima assist, sayangnya Lebanon harus merelakan trofi Piala FIBA Asia kembali dibawa pulang oleh Australia. Lebanon harus mengakui keunggulan Australia 73-75.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arakji hanya melantai dalam lima pertandingan di Piala FIBA Asia 2022. Pelatih memilih mengistirahatkannya di laga pemungkas Grup D melawan India setelah sudah dipastikan lolos ke perempat final.

Meski hanya tampil di lima pertandingan Arakji berakhir menjadi top skor turnamen lewat raihan 130 poin atau rata-rata 26,0 poin disertai 4,0 assist per gim. Arakji juga terpilih masuk ke dalam Tim Terbaik Piala FIBA Asia 2022 bersama dua pemain Australia yakni Thon Maker dan Mitchell McCarron, pemain China Zhou Qi, dan kapten Selandia Baru Tohi Smith-Milner.

Keberhasilan Arakji menyabet gelar MVP Piala FIBA Asia 2022 membuat penghargaan tersebut diraih oleh pemain yang tidak menjadi juara dalam dua edisi beruntun. Sebelumnya pada Piala FIBA Asia 2017, bintang gaek Hamed Haddadi meraih trofi MVP keempatnya meski Iran dikalahkan Australia

Berikut daftar MVP Piala FIBA Asia dan turnamen selevel pendahulunya dalam 10 edisi terakhir:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2022 - Wael Arakji (Lebanon)
2017 - Hamed Haddadi (Iran)
2015 - Yi Jianlian (China)
2013 - Hamed Haddadi (Iran)
2011 - Yi Jianlian (China)
2009 - Hamed Haddadi (Iran)
2007 - Hamed Haddadi (Iran)
2005 - Yao Ming (China)
2003 - Yao Ming (China)
2001 - Yao MIng (China)

(ant/toz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan zodiak besok, 19 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan hari ini.
Akui Terima Ancaman Kematian Gegara Drama Derby d'Italia, Bastoni Langsung Minta Maaf

Akui Terima Ancaman Kematian Gegara Drama Derby d'Italia, Bastoni Langsung Minta Maaf

Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, akhirnya buka suara terkait kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dalam Derby d’Italia melawan Juventus akhir pekan lalu.
Fenomena Warga Nunggu Angpao di Petak Sembilan Glodok Warnai Imlek 2026

Fenomena Warga Nunggu Angpao di Petak Sembilan Glodok Warnai Imlek 2026

Puluhan warga dari berbagai usia duduk berjejer di sepanjang Jalan Kemenangan, kawasan Petak Sembilan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).
Badan Ideal Setelah Sebulan Berpuasa, Lakukan Satu Hal Ini: Tips dari dr Zaidul Akbar

Badan Ideal Setelah Sebulan Berpuasa, Lakukan Satu Hal Ini: Tips dari dr Zaidul Akbar

Lakukan tips ini agar berat badan jadi ideal setelah sebulan puasa Ramadhan, tips dari dr Zaidul Akbar.
Belajar dari Masa Lalu, Adik Valentino Rossi Sarankan Honda Tak Perlalukan Pembalap seperti Marc Marquez

Belajar dari Masa Lalu, Adik Valentino Rossi Sarankan Honda Tak Perlalukan Pembalap seperti Marc Marquez

Luca Marini menilai ada pelajaran besar yang bisa dipetik Honda HRC Castrol dari era kejayaan bersama Marc Marquez. 
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.

Trending

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Momen Panas di Terowongan: Luciano Spalletti Jadi 'Penyelamat' Juventus

Momen Panas di Terowongan: Luciano Spalletti Jadi 'Penyelamat' Juventus

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak termasuk dalam daftar perwakilan klub yang dijatuhi sanksi setelah Derby d’Italia kontra Inter Milan akhir pekan lalu
Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT