Swiss Open 2026: Gagal Juara, Putri KW Akui Tak Bisa Keluar dari Tekanan saat Hadapi Supanida Katethong di Final
- PBSI
Jakarta, tvOnenews.com - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah dari wakil Thailand Supanida Katethong pada final Swiss Open 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Putri mengakui tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya karena berada di bawah tekanan sepanjang laga.
- PBSI
Putri mengungkapkan sejak awal ia sebenarnya memiliki motivasi besar untuk membalas kekalahan dari Supanida pada pertemuan sebelumnya di SEA Games. Namun di lapangan, strategi yang diterapkan lawannya justru membuatnya kesulitan mengembangkan permainan.
“Pertemuan terakhir di Sea Games saya kalah jadi di sini saya dari awal berpikir pengen main terbaik, bisa mengeluarkan semuanya tapi ternyata di lapangan saya merasa under pressure. Dan Supanida menurut saya menggunakan strategi yang pas dengan terus membatasi bola atas dan mempercepat tempo,” ujar Putri.
Meski gagal meraih gelar juara, Putri tetap mensyukuri pencapaiannya yang mampu menembus partai final dan meraih posisi kedua di turnamen tersebut.
“Sebenarnya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner up tapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan kurang puas dengan main hari ini,” katanya.
Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu juga menilai dua turnamen yang dijalaninya dalam beberapa pekan terakhir memberikan banyak pelajaran berharga, terutama saat menghadapi pemain papan atas dunia.
“Dua minggu ini pasti dapat pengalaman dari semua pemain juga kan. Supanida sempat di top 10 jadi kayak dari cara main mereka juga berbeda. Saya bisa belajar juga bagaimana mengatasi permainan seperti An Se Young yang kuat atau Supanida yang mempunyai serangan yang baik,” jelasnya.
Putri menegaskan dirinya masih harus meningkatkan berbagai aspek permainan agar mampu bersaing lebih konsisten di level tertinggi.
“Kalau untuk keseluruhan saya harus lebih kuat lagi. Dari fisik, dari teknik juga, non teknisnya juga. Apalagi kayak dari fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap bermain,” ujarnya.
Load more