Piala Thomas dan Uber 2026: Terhenti di Fase Grup, PBSI Beberkan Evaluasi Hasil Tim Thomas Indonesia
- PBSI
tvOnenews.com - Hasil pahit harus didapat Tim Thomas Indonesia pada gelaran Piala Thomas dan Uber 2026 yang berlangsung di Denmark.
Langkah Tim Thomas Indonesia secara mengejutkan harus terhenti di fase grup Piala Thomas dan Uber 2026 ini.
Dipimpin Fajar Alfian, Tim Thomas Indonesia dipastikan gagal lolos dari fase grup setelah kalah dari Prancis.
- PBSI
Laga itu merupakan pertandingan terakhir di grup D yang mana Indonesia takluk dengan skor 1-4 dari Prancis di Forum Horsens, Denmark, Rabu WIB.
Hasil tersebut menjadi catatan kelam bagi bulu tangkis Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dunia dengan koleksi 14 gelar juara Piala Thomas.
Sejak pertama kali tampil pada 1958 hingga edisi 2024, Indonesia selalu mampu menembus fase gugur.
Bahkan, capaian terburuk sebelumnya hanya sampai perempat final pada 2012. Namun, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia gagal melaju dari fase grup.
Atas hasil ini, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) langsung melakukan evaluasi.
PP PBSI pun menyampaikan hasil dan evaluasi atas penampilan Tim Thomas Indonesia pada ajang Thomas & Uber Cup Finals 2026 yang berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui keunggulan lawan.
“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ujarnya.
Eng Hian juga menjelaskan kalau secara strategi dan komposisi pemain, Prancis diniali punya keuntungan tersendiri.
- PBSI
Kehadiran Popov bersaudara yang bermain rangkap di sektor tunggal maupun ganda memberikan fleksibilitas dalam penyusunan line-up.
Hal ini membuat tiga partai awal didominasi sektor tunggal, yang secara peringkat dunia maupun rekor pertemuan relatif berimbang dengan pemain Indonesia.
Load more