Profil Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, Satu-satunya Wakil Indonesia di Final Macau Open 2026
- PBSI
Menjelang partai puncak, Devin mengaku tidak ada persiapan teknis yang terlalu spesial. Menurutnya, hal paling penting sebelum final adalah memulihkan kondisi tubuh dan menjaga pikiran tetap tenang.
Di turnamen beruntun seperti kalender BWF, aspek recovery memang sering jadi faktor penentu. Pemain muda yang bisa menjaga energi, fokus, dan kejernihan pikiran biasanya punya peluang lebih besar untuk tampil stabil di laga besar.
Di sisi lain, Ali Faathir Rayhan mengaku tetap bersyukur dengan pencapaian di Macau Open 2026.Â
Bagi pemain muda kelahiran Bekasi itu, keberhasilan menembus final Super 300 menjadi momen berharga, apalagi setelah sebelumnya ia dan Devin beberapa kali tersingkir di fase-fase awal turnamen.
Siapa Ali Faathir Rayhan?
Nama Ali Faathir Rayhan mungkin belum selama para seniornya di pelatnas, tetapi perkembangannya dalam dua tahun terakhir layak mendapat perhatian serius.
Pebulu tangkis yang akrab disapa Fatir ini lahir di Bekasi, 3 Juli 2006 dan dikenal sebagai pemain bertangan kiri dengan gaya bermain agresif.
Fatir mulai memegang raket sejak usia lima tahun.
Ia mengawali pembinaan di PB Orbit Cibubur, lalu melanjutkan perkembangan karier di PB Jaya Raya Jakarta, salah satu klub paling konsisten melahirkan pemain elite Indonesia.
Dari sana, bakatnya terus berkembang hingga akhirnya masuk ke sistem pembinaan PBSI pada 2020 dan kemudian dipromosikan ke Pelatnas Utama pada 2025.
Dengan tinggi badan sekitar 180 cm, Fatir punya modal fisik yang sangat ideal untuk bermain di sektor ganda putra.
Ia juga disebut mengidolakan pemain Korea Selatan Seo Seung-jae, sosok yang dikenal komplet dalam permainan depan-belakang, agresif, dan sangat cerdas membaca tempo pertandingan.
Pengaruh itu cukup terasa dalam permainan Fatir yang senang menekan, aktif di depan net, tetapi tetap berani membuka serangan dari belakang.
Sebelum menembus final Macau Open 2026, Fatir bersama Devin juga sudah menorehkan sejumlah hasil positif.
Salah satu yang paling menonjol adalah menjadi juara Odisha Masters 2025, gelar BWF Super 100 pertama mereka sebagai pasangan.
Di level lebih tinggi, mereka juga sempat mencuri perhatian saat tampil di turnamen besar seperti Indonesia Masters, Badminton Asia Championships, hingga Indonesia Open 2026.
Load more