Masih Ingat Maria Febe? Mantan Pebulu Tangkis yang Jadi Mualaf Gara-gara Suka Dengar Azan sejak Kecil
- Instagram/@mariafebe13
“Akhirnya saya izin ke keluarga papa saya, kakaknya papa muslim. Sebenarnya papa saya dulu juga muslim, sebelum ikut mama,” tutur Febe.
“Dari kakak papa mau membantu saya. Tapi dia hanya mau kalau papa saya mengizinkan,” ungkapnya.
Yang melegakan, kekhawatiran Maria Febe soal reaksi keluarga ternyata tak terjadi seperti yang ia bayangkan.
Keluarganya justru memberikan restu. Bahkan proses lamaran tetap berjalan meski saat itu Maria Febe masih berada di Kanada untuk urusan melatih.
Karier Gemilang Maria Febe di Dunia Bulu Tangkis
- Antara/Wahyu Putro
Sebelum dikenal lewat kisah hijrahnya, Maria Febe lebih dulu mencuri perhatian lewat prestasi di lapangan.
Ia sudah menekuni bulu tangkis sejak kecil dan kemudian bergabung dengan PB Djarum, salah satu klub terbesar di Indonesia yang banyak melahirkan atlet nasional.
Di level internasional, Maria Febe pernah menjuarai Bitburger Open 2008 dan Australia Open 2009.
Ia juga menjadi bagian penting tim Indonesia saat meraih medali perunggu Uber Cup 2010 dan Asian Games 2010, serta menyumbang medali perak beregu putri SEA Games 2011.
Pencapaian itu menegaskan bahwa Maria Febe bukan sekadar pemain pelengkap.
Pada masanya, ia adalah salah satu tunggal putri terbaik Indonesia yang sanggup bersaing di level dunia.
Gaya mainnya dikenal ulet, sabar, dan kuat dalam reli panjang.
Setelah pensiun dari dunia profesional pada 2017, Maria Febe memilih menapaki babak baru sebagai pelatih bulu tangkis.
Ia sempat menjalani aktivitas melatih di luar negeri, termasuk Kanada, sebelum kemudian lebih fokus pada kehidupan keluarga.
Dari pernikahannya dengan Andrei Adistia, Maria Febe kini telah dikaruniai dua anak.
Di media sosial, ia beberapa kali membagikan potret kehidupan keluarga sekaligus unggahan bernuansa religius.
(tsy)
Load more