Masih Ingat Mia Audina? Pebulu Tangkis Indonesia yang Raih Medali Olimpiade untuk 2 Negara
- PB Djarum & Antara
Namun, dalam wawancara bersama PB Djarum, Mia mengungkap alasan yang jauh lebih emosional.
"Bukan karena ikut suami ya, banyak kurang lebihnya seperti itu. Tetapi, banyak cerita di belakang itu. Salah satu alasannya karena mama saya meninggal,"
Kepergian sang ibu menjadi pukulan berat bagi Mia. Ia mengaku selama bertahun-tahun selalu bermain demi membahagiakan ibunya yang sedang sakit.
"Saya selalu main buat mami yang sudah sakit beberapa tahun lalu... Begitu mami sudah tidak ada, saya harus punya sesuatu yang baru, lingkungan baru. Semuanya untuk bisa maju terus,"
Karena alasan itulah Mia merasa membutuhkan lingkungan baru agar bisa kembali menemukan semangat untuk melanjutkan hidup dan kariernya.
Ia resmi menjadi warga negara Belanda pada tahun 2001.
Tetap Bersinar Bersama Belanda
Meski tak lagi membela Indonesia, kemampuan Mia Audina tidak pernah memudar.
Bersama tim nasional Belanda, ia kembali membuktikan diri sebagai salah satu pemain tunggal putri terbaik dunia.
Puncaknya terjadi di Olimpiade Athena 2004.
Mia kembali melaju hingga partai final dan sekali lagi meraih medali perak, setelah kalah dari wakil China Zhang Ning dengan skor 11-8, 6-11, 7-11.
Dengan pencapaian tersebut, Mia mencatatkan sejarah sebagai pebulu tangkis pertama dan hingga kini satu-satunya yang berhasil meraih medali Olimpiade untuk dua negara berbeda, yakni Indonesia dan Belanda.
Selain itu, pada tahun 2004 ia juga sukses menjadi Juara Eropa di nomor tunggal putri sekaligus ganda putri.
Koleksi Gelar Mia Audina
Sepanjang karier profesionalnya, Mia mengoleksi banyak gelar bergengsi.
Beberapa di antaranya:
Juara US Open 1996
Juara Swiss Open 2002
Juara Japan Open 2004
Juara Kejuaraan Eropa 2004
Juara German Open 2005
Juara Dutch Open 2005
Secara keseluruhan, Mia menutup kariernya pada tahun 2006 dengan koleksi 15 gelar internasional, termasuk tiga gelar dari nomor ganda putri.
Rekor Langka yang Masih Bertahan
Prestasi Mia Audina hingga kini masih menjadi rekor unik dalam sejarah Olimpiade cabang bulu tangkis.
Berdasarkan catatan resmi Olympics.com dan Badminton World Federation (BWF), belum ada pebulu tangkis lain yang mampu menyamai pencapaiannya, yakni meraih medali Olimpiade saat membela dua negara berbeda.
Load more