GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Merasa Dirugikan, Paddy Pimblett Kritik Keputusan di Duel Kontra Justin Gaethje

Paddy Pimblett tak sepenuhnya menerima kekalahan dari Justin Gaethje di UFC 324. Petarung asal Liverpool itu menilai skor akhir tak mencerminkan jalannya laga.
Selasa, 24 Februari 2026 - 15:32 WIB
Justin Gaethje vs Paddy Pimblett di sesi faceoff UFC 324
Sumber :
  • Instagram.com/ufc

tvOnenews.com - Petarung kelas ringan UFC, Paddy Pimblett angkat bicara mengenai hasil pertarungannya melawan Justin Gaethje dalam perebutan gelar interim di ajang UFC 324.

Laga utama yang digelar di T-Mobile Arena itu berlangsung sengit hingga ronde terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Justin Gaethje (27-5 MMA, 10-5 UFC) dan Pimblett (23-4 MMA, 7-1 UFC) sama-sama menampilkan performa impresif.

Namun setelah pertarungan usai, ketiga juri sepakat memberikan kemenangan kepada Gaethje dengan skor 48-47, 49-46, dan 49-46.

Bagi Justin Gaethje yang kini berusia 37 tahun, kemenangan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun lewat keputusan juri.

Ia memasuki duel perebutan sabuk interim ini setelah menundukkan Rafael Fiziev. Sebelumnya, “The Highlight” pernah meraih gelar interim di UFC 249 usai mengalahkan Tony Ferguson, meski gagal menyatukannya saat menghadapi Khabib Nurmagomedov beberapa bulan kemudian.

Sementara itu, kekalahan ini menghentikan rentetan sembilan kemenangan beruntun Pimblett sekaligus menjadi kekalahan pertamanya di UFC.

Melalui video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, petarung asal Liverpool tersebut menonton ulang pertarungan itu dan mempertanyakan hasil akhir, termasuk keputusan wasit.

Dalam laga tersebut, Pimblett mengalami colokan di kedua matanya. Ia menilai seharusnya ada pengurangan satu poin untuk lawannya dan mengklaim insiden tersebut sangat memengaruhi performanya.

"Saya tidak ingin terdengar seperti pecundang yang buruk, tetapi itu mengubah seluruh pertarungan," kata Pimblett.

Ia menjelaskan bahwa setelah insiden tersebut, Gaethje sempat melancarkan pukulan dan siku. Meski begitu, Pimblett merasa mampu menguasai ronde ketiga dengan cukup jelas.

"Sejujurnya, dia memukul saya setelah itu karena dia memukul dan mulai menyikut saya, tetapi saya dengan mudah memenangkan ronde ketiga. Jadi bayangkan jika itu tidak pernah terjadi di ronde kedua. ... Persepsi kedalaman saya salah, mereka berteriak kepada saya untuk melakukan takedown, tetapi terkadang dia melihat jauh, terkadang dia melihat dekat."

Setelah menonton ulang pertarungan, Pimblett menilai dirinya memenangkan dua dari lima ronde. Ia meyakini bahwa jika pengurangan poin benar-benar diterapkan, hasil akhirnya tidak akan membuat Gaethje membawa pulang sabuk interim kelas ringan.

"Bagi saya, saya menang tiga dan lima," jelas Pimblett. "Jika poinnya berjalan seperti seharusnya, Nak, itu seri. Saya tidak ingin terdengar kesal, Anda tidak bisa menyesali apa yang sudah terjadi, tetapi saya merasa sedikit kecewa. Saya tahu bagaimana perasaan Jared Gordon, saya akan mengatakannya seperti itu. Saya tahu kartu skor tidak akan menguntungkan kami. Itulah mengapa saya melakukan sedikit 'Saya tidak tahu' kepada ibu dan ayah saya karena saya setengah tahu saya kalah. Anda bisa melihat mata saya merah padam di sana. Seharusnya skornya 48-47."

Sebelum laga ini, Pimblett mencatat tujuh kemenangan beruntun di UFC. Kekalahan dari Gaethje menjadi noda pertama dalam kariernya di dalam oktagon. Meski demikian, ia tetap optimistis menatap masa depan dan yakin berada di jalur yang tepat menuju gelar juara kelas ringan UFC.

"Saya tahu saya akan menjadi juara dunia," kata Pimblett. "Hanya saja akan sedikit lebih lambat dari yang diharapkan. Jika saya menang, saya akan menjadi juara sementara, dan Anda tahu bagaimana orang-orang membicarakan saya. Mereka akan berkata, 'Oh, dia juara sementara, bukan juara dunia sejati.' Jadi ketika saya memenangkannya sekarang, itu akan menjadi gelar tak terbantahkan dan tidak ada yang akan mengatakan apa pun."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait langkah berikutnya, Pimblett memastikan dirinya tidak mengalami cedera serius meski pertarungan tersebut terlihat brutal. Ia menargetkan kembali bertanding pada musim panas dan siap menghadapi siapa pun petarung kelas ringan papan atas.

"Saya akan melawan siapa pun, saya hanya ingin lawan yang namanya dikirimkan kepada saya – saya menandatangani kontrak, dan saya akan melawannya, tetapi Saint-Denis terdengar bagus bagi saya," kata Pimblett. "Dua petinju kelas ringan terbaik Eropa saling berhadapan, atau melawan pemenang atau pecundang dari Max (Holloway) vs. Charles (Oliveira). Sial, saya akan melawan Arman. Saya tidak peduli. Saya akan melawan siapa pun, tetapi saya akan kembali di musim panas," pungkasnya. (ind)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Santer Dikabarkan Tinggalkan Ducati pada MotoGP 2027, Francesco Bagnaia Akhirnya Buka Suara: Saya Sudah Memutuskan!

Santer Dikabarkan Tinggalkan Ducati pada MotoGP 2027, Francesco Bagnaia Akhirnya Buka Suara: Saya Sudah Memutuskan!

Spekulasi soal masa depan dari rider tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, untuk gelaran MotoGP 2027 kini semakin memanas.
Terbongkar dari Patroli Siber, Polres Kudus Sita 15,5 Kilogram Bahan Petasan dan Amankan 3 Pelaku

Terbongkar dari Patroli Siber, Polres Kudus Sita 15,5 Kilogram Bahan Petasan dan Amankan 3 Pelaku

Jajaran Satreskrim Polres Kudus berhasil mengungkap peredaran bahan baku petasan di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Hansi Flick Terapkan Denda Rp700 Juta di Barcelona, Pemain Telat 10 Menit Langsung Kena Sanksi Berat

Hansi Flick Terapkan Denda Rp700 Juta di Barcelona, Pemain Telat 10 Menit Langsung Kena Sanksi Berat

Hansi Flick bikin aturan super ketat di Barcelona. Pemain yang telat 10 menit saat hari pertandingan kini bisa didenda hingga Rp700 juta demi menjaga disiplin tim.
Kartel Narkotika Meksiko Tewas, Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Lockdown Usai Kerusuhan

Kartel Narkotika Meksiko Tewas, Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Lockdown Usai Kerusuhan

Guadalajara dilaporkan menaikkan status kota menjadi lockdown setelah berada dalam kondisi darurat menyusul operasi militer yang menewaskan pemimpin kartel besar negara tersebut.
Punya Pengalaman Main di Luar Negeri, Fahry Septian Bongkar Perbedaan Mental Suporter di Eropa dan Indonesia

Punya Pengalaman Main di Luar Negeri, Fahry Septian Bongkar Perbedaan Mental Suporter di Eropa dan Indonesia

Fahry Septian, membandingkan pengalaman bermain di Eropa dan Indonesia. Ia mengungkapkan bagaimana mental suporter di Bulgaria berbeda jauh, termasuk hujatan.
Polisi Ungkap Identitas Pria Aniaya Petugas SPBU di Cipinang, Pastikan Bukan Oknum Aparat Ternyata...

Polisi Ungkap Identitas Pria Aniaya Petugas SPBU di Cipinang, Pastikan Bukan Oknum Aparat Ternyata...

Polisi mengungkap identitas pria yang melakukan penganiayaan terhadap pegawai SPBU di wilayah Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (22/2/2026).

Trending

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menceritakan awal mula pihaknya “terpancing” untuk mengirimkan surat ke UNICEF. 
Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 seri Sentul, yang akan diramaikan dengan penentuan nasib Megawati Hangestri dan Jakarta Pertamina Enduro dalam perebutan juara putaran kedua babak reguler.
BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN patahkan pernyataan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang mengklaim mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar
Ketum FPTI Yenny Wahid Benarkan Kabar Penonaktifan Sementara Hendra Basir Sebagai Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Ketum FPTI Yenny Wahid Benarkan Kabar Penonaktifan Sementara Hendra Basir Sebagai Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, membenarkan kabar terkait penonaktifan Hendra Basir sebagai kepala pelatih pelatnas panjat tebing.
Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Sosok Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan ramai setelah dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak Perlu Lagi Dinaturalisasi, Satu Pemain Timnas Indonesia di Belanda Siap Debut untuk John Herdman di FIFA Series 2026

Tak Perlu Lagi Dinaturalisasi, Satu Pemain Timnas Indonesia di Belanda Siap Debut untuk John Herdman di FIFA Series 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mendapatkan kabar baik dari Belanda pada Selasa (24/2/2026) dini hari tadi WIB. Satu pemain yang belum pernah dipanggil skuad Garuda kini berpeluang melakoni laga debutnya.
Dulu Sebut Prabowo Bodoh hingga Berani Tantang Debat, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kini Minta Maaf: kalau Presiden Mau Mendengar

Dulu Sebut Prabowo Bodoh hingga Berani Tantang Debat, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kini Minta Maaf: kalau Presiden Mau Mendengar

Tiyo Ardianto menyampaikan bahwa kritiknya merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT