Tuai Hasil Buruk di Thailand, Alex Rins Akui Yamaha Masih Tertinggal Jauh dari Pesaing di MotoGP 2026
- Facebook/Monster Energy Yamaha MotoGP
Jakarta, tvOnenews.com - Krisis performa tengah membayangi Monster Energy Yamaha MotoGP jelang bergulirnya MotoGP 2026.
Bagi Alex Rins, situasi yang dihadapi Yamaha saat ini bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ia menilai timnya sudah tertinggal cukup jauh dari para rival.
Hasil tes pramusim di Thailand menjadi gambaran nyata. Tak satu pun pembalap Yamaha mampu menembus lima besar. Catatan terbaik justru diraih pembalap satelit Prima Pramac Racing, Jack Miller, yang sempat berada di posisi kedelapan pada sesi kedua hari terakhir.
Sementara itu, Rins dan rekan setimnya, Fabio Quartararo, berkutat di lima posisi terbawah. Situasi makin sulit karena Rins hanya memiliki satu motor selama pengujian—sebuah kondisi yang menurutnya menjadi langkah mundur bagi pabrikan Jepang tersebut.
"Itu adalah hari yang sulit untuk dikelola hanya dengan satu motor. Kami sedang menguji beberapa pengaturan. Kami tidak bisa melakukan banyak putaran karena saya hanya memiliki satu motor," kata Rins dikutip dari Motosan.
Keterbatasan itu berdampak langsung pada efektivitas pengujian dan pengembangan setelan motor.
"Kami sangat jauh tertinggal dari para pesaing kami," tambah mantan pembalap Team Suzuki Ecstar tersebut.
Rins pun tak menutupi kekecewaannya. Ia mengaku berusaha mengelola emosinya di tengah kondisi sulit, meski frustrasi tak terhindarkan ketika motor tak bekerja sesuai harapan.
"Saya mencoba menyalurkan amarah saya saat balapan. Itu adalah karakteristik yang telah saya latih sejak lama. Ketika motor tidak berfungsi dengan baik atau saya tidak bisa mencetak waktu putaran yang bagus, saya mencoba menyalurkan semua frustrasi itu pada putaran kembali ke pit agar saya tiba dengan kondisi mental yang lebih baik," tuturnya.
Menjelang seri pembuka musim 2026, Rins bahkan meragukan kesiapan dirinya maupun tim. Ia menyadari tak ada pembalap yang ingin memulai musim dari barisan belakang.
"Apakah saya siap atau tidak, saya tidak pernah tahu. Seorang pembalap tentu tidak pernah siap untuk berada di belakang grid. Itulah kenyataannya," tutup Rins.
Dengan waktu yang semakin sempit sebelum lampu start menyala, Yamaha dituntut bergerak cepat. Jika tidak, musim 2026 bisa menjadi perjalanan berat sejak putaran pertama.
Load more