WBC Serukan Kesetaraan Gender di Dunia Tinju: Perempuan Berhak atas Kesempatan yang Sama
- Instagram.com/@wbcboxing
Jakarta, tvOnenews.com - World Boxing Council (WBC) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender di dunia tinju bertepatan dengan momentum Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur WBC Cares, Christiane Manzur. Ia mengatakan bahwa badan tinju dunia itu terus berupaya memastikan perempuan mendapatkan kesempatan yang setara di olahraga tinju.
"Yang kami upayakan adalah mencapai kesetaraan bagi perempuan di ring, untuk memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama, menerima bayaran yang adil, dan suara mereka didengar," kata Christiane Manzur dalam laman resmi WBC.
Ia menjelaskan bahwa sepanjang bulan Maret, WBC Cares mendedikasikan berbagai kegiatan untuk pemberdayaan perempuan, tidak hanya dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional.Â
Program tersebut mencakup sejumlah langkah untuk meningkatkan kesejahteraan dan peran perempuan dalam olahraga tinju. Selain itu WBC juga aktif mendorong peningkatan upah serta kondisi ekonomi yang lebih baik bagi atlet perempuan.Â
Kemudian WBC berupaya memperluas peluang mereka untuk masuk dalam peringkat dunia, meningkatkan visibilitas di media, serta mendukung lebih banyak pertarungan tinju perempuan di berbagai ajang.
Berbagai program seperti "Perempuan dalam Tinju" dan "Dari Jalanan ke Ring" menjadi bagian dari inisiatif WBC untuk memperkuat peran perempuan, baik di dalam maupun di luar ring.Â
Lalu dalam rangka Bulan Pemberdayaan Perempuan, Ketua WBC Cares sekaligus Sekretaris Internasional, Jill Diamond, dijadwalkan menjadi pembicara di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (11/3/2026).
Jill Diamond menyatakan bahwa WBC telah lama menjadi pendukung utama bagi atlet perempuan. Dukungan tersebut bahkan sudah dimulai sejak 2004, ketika Jackie Nava yang dijuluki "Putri Aztec" meraih gelar juara dunia pertama WBC di tinju wanita.
"Kami selalu percaya bahwa bakat, bukan jenis kelamin, yang menciptakan seorang juara," kata Jill Diamond.
Ia menambahkan bahwa perempuan bertarung dengan semangat yang sama seperti laki-laki, menghadapi risiko yang sama, dan karena itu berhak memperoleh kesempatan serta penghargaan yang setara di olahraga tinju.
Lebih lanjut WBC kedepannya akan terus mendorong perempuan dan para pendukungnya untuk berani menyuarakan keadilan serta memperjuangkan kesetaraan di dunia olahraga.Â
Upaya tersebut ditujukan untuk semua kalangan, mulai dari petinju profesional hingga perempuan muda yang bercita-cita masuk ke ring.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, WBC juga telah menyelenggarakan lima Konvensi Tinju Wanita antara 2014 dan 2018 guna memajukan tinju perempuan di tingkat global.Â
Konvensi pertama digelar di Cancun, Meksiko pada 2018, sementara pertemuan lainnya mempertemukan atlet, pejabat olahraga, dan pemimpin industri, termasuk acara yang terakhir di Filipina pada 2018.
Setelah sempat terhenti akibat pandemi, WBC kembali menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Wanita di Las Vegas pada Maret 2025 yang dihadiri lebih dari 200 profesional tinju, termasuk dokter, wasit, juri, petinju, hingga promotor.
Diamond juga menyoroti kontribusi lintas generasi dalam perkembangan tinju perempuan, termasuk para pelopor seperti Muhammad Ali, Amanda Serrano, dan Claressa Shields.
Selain itu kesuksesan para juara masa kini seperti Gabriela Fundora, Mikaela Mayer, serta Katie Taylor juga menjadi inspirasi bagi generasi muda yang akan melanjutkan masa depan tinju dunia.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, WBC menegaskan tekadnya untuk terus mendorong kesetaraan, pengembangan, serta pengakuan terhadap perempuan sebagai bagian penting dari perkembangan tinju global.
(ant/nad)
Load more