Islam Makhachev Dirampok di Italia, Minta Sepatu Pemberian Bintang PSG Dikembalikan
- instagram Islam Makhachev
tvOnenews.com - Petarung UFC, Islam Makhachev, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan saat melakukan perjalanan di Italia. Ia mengaku menjadi korban perampokan dan meminta agar barang berharganya dikembalikan.
Kisah ini terungkap melalui unggahan terbarunya di media sosial. Sebelumnya, sempat muncul perdebatan mengenai alasan Makhachev tidak menghadapi Ilia Topuria pada bulan Juni.
Meski video latihannya membantah rumor cedera tangan, Makhachev tampaknya memang tidak sedang menjalani kamp pelatihan.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram /khabib_nurmagomedov
Alih-alih berlatih, ia justru melakukan perjalanan ke Eropa. Dalam salah satu unggahannya, Makhachev diketahui menghadiri pertandingan Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Liverpool di Paris.
Dalam kesempatan tersebut, ia menerima hadiah spesial berupa sepatu sepak bola dari bintang PSG, Khvicha Kvaratskhelia, yang tampil impresif dan mencetak gol dalam pertandingan tersebut.
Namun, melalui serangkaian Instagram Story yang diunggah ulang oleh @blackbeltmma, Islam Makhachev mengungkapkan bahwa sepatu tersebut termasuk dalam barang yang dicuri saat kopernya dirampok di Italia.
“Barang paling berharga di dalam koper itu adalah sepatu sepak bola,” tulisnya. “Para pencuri, jika sepak bola bukan hobi kalian, saya akan mengambilnya kembali.”
Meski mengalami kejadian tersebut, Makhachev tetap melihat sisi positif. Ia bahkan menyebut pelaku sebagai “perampok yang baik” karena telah mengembalikan paspornya.
Selain itu, ia juga masih memiliki dompet dan sajadahnya. Kepada para penggemar, ia memastikan bahwa dirinya baik-baik saja dan tidak membutuhkan apa pun selain barang tersebut.
Gagalnya Rencana Duel Ilia Topuria vs Islam Makhachev
Manajer Ilia Topuria, Malki Kawa, akhirnya memberikan penjelasan guna meredam spekulasi terkait batalnya pertarungan melawan Islam Makhachev.
Sejak lama, kedua petarung tersebut memang santer dikabarkan berpotensi bertemu di oktagon. Namun, hingga saat ini, duel yang dinantikan itu belum juga terealisasi.
Sebelumnya, rencana pertarungan antara Ilia Topuria dan Islam Makhachev bahkan sempat dikaitkan dengan event besar UFC di Gedung Putih, seiring berlangsungnya proses negosiasi. Meski demikian, berbagai versi berbeda muncul mengenai penyebab batalnya laga tersebut.
Ilia Topuria sempat mengungkapkan bahwa cedera tangan yang dialami Makhachev menjadi penghambat utama. Di sisi lain, kubu Makhachev membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa persoalan sebenarnya terletak pada nilai kontrak yang dianggap tidak sesuai. Presiden UFC Dana White juga turut membantah anggapan bahwa Topuria meminta bayaran terlalu tinggi, dan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Di tengah perbedaan pandangan itu, Malki Kawa memaparkan kronologi versinya melalui media sosial untuk meluruskan situasi.
“Saya benar-benar perlu mengklarifikasi masalah Ilia Topuria Islam ini karena orang-orang benar-benar mengambil hal-hal di luar konteks dan di luar proporsi,” ujar Kawa dilansir dari akun X Championship Rounds.
Ia menjelaskan bahwa awalnya ia sempat menanyakan kemungkinan Topuria tampil dalam kartu pertandingan tersebut.
“Pada hari Senin sebelumnya, saya menelepon dan bertanya 'Apakah kalian akan menggunakan Ilia Topuria untuk pertandingan ini?', jawabannya adalah tidak. Hari Rabu tiba dan saya mendapat telepon yang mengatakan 'hei, dia bisa bertarung, itu pilihannya, Justin Gaethje atau Islam Makhachev' dan saya langsung berkata, 'sial, kami ingin Islam'.”
Kawa menegaskan bahwa pihaknya memang mengincar duel melawan Makhachev.
“Ilia Topuria menginginkan Islam Makhachev, dialah yang ingin dia lawan, dia berkata 'hubungi saya kembali, beri tahu saya jika itu berhasil'.”
Namun, menurut Kawa, situasi berubah dengan cepat sehingga proses negosiasi tidak berjalan lancar.
“Saya tidak berbicara dengan mereka, mereka tidak berbicara dengan saya, dan kemudian saya menerima telepon lagi larut malam,” lanjutnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pembicaraan awal, Makhachev sebenarnya bukanlah opsi utama.
“Negosiasi itu untuk Justin Gaethje, Islam Makhachev sebenarnya tidak pernah menjadi pilihan.”
Load more