Prediksi UFC Fight Night: Manel Kape vs Kyoji Horiguchi, Misi Balas Dendam yang Bisa Tentukan Penantang Gelar
- Instagram @ufc - ChatGPT
tvOnenews.com - UFC Fight Night akhir pekan ini menghadirkan duel yang menarik untuk disaksikan.
Manel Kape akan kembali berhadapan dengan Kyoji Horiguchi dalam laga utama UFC Fight Night di Meta APEX, Las Vegas, Sabtu malam waktu Amerika Serikat atau Minggu pagi WIB.
Pertemuan ini menjadi rematch yang sudah lama dinanti penggemar MMA.
Keduanya pernah bentrok di Jepang pada semifinal Rizin Bantamweight Grand Prix 2017.
Saat itu, Horiguchi keluar sebagai pemenang usai menaklukkan Kape lewat submission pada ronde ketiga.
Hampir satu dekade berselang, duel itu kini hadir dengan panggung yang jauh lebih besar karena hasil akhirnya bisa mengantar pemenang menuju perebutan gelar juara kelas terbang UFC.
Manel Kape Datang dengan Misi Membalas Kekalahan Lama
- Instagram.com/ufc
Bagi Manel Kape, pertarungan melawan Horiguchi bukan sekadar laga biasa. Ia datang membawa kenangan pahit dari kekalahan pada 2017, namun ia juga memiliki keyakinan bahwa dirinya kini sudah jauh berbeda dibanding petarung muda yang saat itu tampil di Jepang.
Dalam wawancaranya, Kape mengaku laga pertama melawan Horiguchi tetap menjadi salah satu pertarungan favoritnya, justru karena saat itu ia bertarung dalam kondisi yang jauh dari ideal.
"Saya memenangkan semua pertarungan ini hanya karena tekad. Saya tidak memiliki lingkungan atau sumber daya yang besar. Saya masuk ke sana melawan seorang pria yang sudah berada di liga besar. Dia memiliki segalanya di sekitarnya [untuk sukses]," kata Manel Kape dilansir dari CBSS Sports.
Pernyataan itu menjelaskan bagaimana situasi Kape kala itu memang tidak ideal. Ia sempat pulang untuk merawat ibunya yang sakit dan hanya memiliki sepupu dengan latar belakang gulat sebagai rekan latihan.
Namun, di tengah keterbatasan tersebut, ia tetap mampu memberi perlawanan sengit kepada Horiguchi selama hampir tiga ronde penuh.
Kini situasinya berubah total. Kape merasa dirinya sudah memiliki semua yang dibutuhkan untuk tampil di level tertinggi UFC.
"Saya memberinya pertarungan paling menantang yang pernah dia alami di Jepang. Kami bertarung habis-habisan. Saya merasa bisa mengalahkan orang ini. Saya hanya butuh sesuatu yang lebih. Saya perlu lebih profesional. Jika kami bertarung seimbang, saya akan menjadi orang itu. Saya tidak mengatakan dengan mudah, tetapi dengan nyaman," tambahnya.
Kalimatnya menunjukkan tingkat kepercayaan diri Kape yang sangat tinggi. Ia menilai kekalahan di masa lalu bukan karena perbedaan kualitas semata, melainkan karena saat itu ia belum memiliki persiapan dan dukungan yang memadai.
Sekarang, dengan fasilitas latihan yang jauh lebih lengkap dan pengalaman lebih matang di UFC, Kape yakin bisa membalikkan hasil.
"Saat ini, saya bukan lagi anak muda seperti sembilan tahun lalu. Saya memiliki semua sumber daya yang saya butuhkan. 100%, dia akan merasakan apa yang saya rasakan sebelumnya," ujar Kape.
Kyoji Horiguchi Datang Bukan Sekadar Nostalgia
Di sisi lain, Kyoji Horiguchi datang ke UFC bukan untuk sekadar reuni atau bernostalgia dengan masa lalu.
Petarung asal Jepang itu kembali ke oktagon setelah bertahun-tahun membangun nama besar di Rizin dan Bellator. I
a pernah menjadi salah satu wajah utama MMA Jepang dan meninggalkan UFC pada 2017 bukan karena gagal bersaing, melainkan karena memilih kembali ke negaranya untuk berkarier lebih dekat dengan gurunya, Hirou Nihei, yang saat itu sedang berjuang melawan kanker.
Kini, Horiguchi kembali ke UFC dengan reputasi besar. Ia langsung menembus jajaran lima besar flyweight dan tetap dianggap sebagai salah satu petarung paling komplet di kelas 125 pound.
Menariknya, Horiguchi tidak merasa dirinya sedang berada di ujung karier meski usianya kini tak lagi muda untuk ukuran kelas flyweight.
"Tubuh saya terasa sangat muda," kata Kyoji Horiguchi.
"Saya tidak bisa berbicara mewakili orang lain, tetapi saya akan menjaga semuanya," ibuhnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Horiguchi masih percaya diri dengan kondisi fisiknya.
Pengalaman panjang di level tertinggi justru dianggap sebagai modal penting untuk menghadapi generasi baru, termasuk Kape yang kini berada di peringkat lebih tinggi.
Horiguchi juga mengakui bahwa lawannya sekarang jauh lebih berbahaya dibanding sosok yang dulu ia hadapi di Jepang.
"Saya rasa semuanya telah berubah dengan [Kape]. Dia petarung yang lebih baik sekarang. Dia orang yang berbahaya sekarang, tapi itu tidak penting bagi saya," jalesnya.
Laga Kape vs Horiguchi bukan sekadar duel dua nama besar. Ini adalah pertarungan yang berpotensi menentukan peta persaingan kelas flyweight UFC dalam beberapa bulan ke depan.
Kape saat ini berada di peringkat dua, sementara Horiguchi menempati peringkat lima.
Dengan kondisi divisi yang sedang bergerak cepat, kemenangan di laga ini bisa menjadi tiket emas menuju perebutan sabuk juara.
UFC juga sedang menata ulang antrean penantang di kelas flyweight, sehingga hasil main event ini akan dipantau sangat serius.
Kape datang dengan momentum yang lebih panas. Ia dianggap telah berkembang menjadi salah satu striker paling eksplosif di divisi flyweight, terutama setelah peningkatan konsistensi di UFC.
Sementara Horiguchi menawarkan paket lengkap: pengalaman, IQ bertarung tinggi, perpindahan jarak yang rapi, serta kemampuan mencampur striking dan grappling dengan cerdas.
Secara gaya bertarung, duel ini menjanjikan pertarungan taktis.
Kape kemungkinan akan mencoba menekan sejak awal dengan pukulan keras dan ledakan serangan dari posisi southpaw.
Sebaliknya, Horiguchi berpeluang memakai footwork, feint, dan perubahan level untuk mengganggu ritme Kape.
Prediksi Kape vs Horiguchi: Siapa Lebih Diunggulkan?
Secara momentum, Manel Kape layak sedikit lebih diunggulkan. Ia sedang berada di fase terbaik dalam karier UFC-nya, lebih matang dalam mengambil keputusan, dan tidak lagi hanya mengandalkan atletisme mentah seperti saat pertemuan pertama.
Kape kini lebih sabar, lebih presisi, dan punya kemampuan finishing yang semakin berbahaya.
Horiguchi tetap sangat berbahaya karena pengalaman dan kecerdasannya bisa membuat pertarungan berjalan rumit.
Jika ia mampu memaksa Kape bertarung dalam tempo yang tidak nyaman, peluang menang angka selalu terbuka.
Namun dalam duel lima ronde dengan tekanan tinggi, power dan agresivitas Kape tampak lebih berpotensi menjadi pembeda.
Prediksi paling realistis adalah Kape menang lewat KO/TKO pada ronde ketiga atau keempat.
Jika skenario itu terjadi, maka Kape bukan hanya sukses membalas kekalahan lamanya dari Horiguchi, tetapi juga memperkuat klaimnya sebagai penantang paling layak untuk gelar juara kelas flyweight UFC.
(tsy)
Load more