Bintang UFC Ini Terang-terangan Ingin Berlatih di Dagestan Bersama Islam Makhachev
- Instagram/islam_makhachev
tvOnenews.com - Navajo Stirling mengaku tertarik dengan kesempatan untuk menghabiskan waktu beberapa pekan di pegunungan Dagestan guna meningkatkan kemampuan gulatnya bersama Islam Makhachev.
Petarung kelas berat ringan UFC yang tengah naik daun tersebut kini hanya tinggal beberapa pekan lagi menuju pertarungan terbesar dalam kariernya.
Navajo Stirling dijadwalkan menghadapi mantan juara kelas berat ringan UFC, Jiri Prochazka, dalam duel utama UFC Qatar pada 21 November mendatang.
- Reuters-Kyle Ross-Imagn Images
Stirling mendapatkan kesempatan menjadi bintang utama setelah kemenangan atas Jan Blachowicz membuat rekor profesionalnya tetap sempurna, yakni 11 kemenangan tanpa kekalahan.
Meski kemampuan gulat bukan menjadi kebutuhan utama Stirling untuk menghadapi pertarungan di Timur Tengah, petarung asal Selandia Baru itu memiliki rencana untuk mengasah kemampuannya tersebut di kemudian hari. Salah satu tempat yang ingin dikunjunginya adalah Dagestan, wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat olahraga bela diri dan gulat.
Ketertarikan tersebut muncul setelah Islam Makhachev beberapa kali mengundang petarung-petarung ternama untuk berlatih di kampung halamannya. Makhachev sebelumnya memopulerkan ungkapan khas, "dua-tiga tahun di Dagestan dan lupakan saja," yang menggambarkan betapa besar peningkatan kemampuan gulat yang bisa didapatkan seorang petarung setelah berlatih di wilayah tersebut.
Untuk diketahui, Islam Makhachev juga telah memberikan sejumlah undangan kepada para petarung papan atas. Salah satunya adalah Alexander Volkanovski, yang baru-baru ini menolak tawaran untuk berlatih di Dagestan setelah sebelumnya dua kali berhadapan dengan Makhachev di Octagon.
Namun, Stirling memiliki pandangan berbeda. Petarung yang pernah berlatih di City Kickboxing, Auckland, dan kemungkinan sudah tidak asing bagi Volkanovski tersebut justru mengaku sangat tertarik jika mendapat kesempatan serupa dari Makhachev.
“Saya sangat ingin pergi ke Dagestan,” kata Stirling saat tampil dalam The Ariel Helwani Show baru-baru ini.
Stirling mengaku memahami alasan sejumlah petarung lain menolak undangan tersebut. Namun, menurutnya, kondisi pribadinya membuat ia lebih leluasa untuk mengambil kesempatan berlatih di Dagestan.
“Kau lihat Islam mengirimkan undangan dan tak satu pun orang Amerika yang menerimanya. Dia mengirimkan undangan ke 'Mighty Mouse' (Demetrious Johnson). Mereka semua punya anak dan sebagainya, tapi, aku tidak punya anak, bro.”
Alih-alih langsung menetap selama bertahun-tahun seperti yang pernah disarankan Makhachev, Stirling merasa beberapa pekan sudah cukup sebagai langkah awal.
“Jika mereka pernah memberi saya tawaran itu, saya tidak tahu apakah dua atau tiga tahun, saudaraku, tapi mungkin dua atau tiga minggu untuk permulaan,” tambahnya.
Sebelum mendapatkan kesempatan berlatih di Dagestan, Stirling terlebih dahulu harus menyelesaikan tugas beratnya di UFC Qatar. Ia diperkirakan akan mengandalkan kemampuan gulat ofensif untuk meredam gaya bertarung Prochazka yang dikenal liar, agresif, dan sulit diprediksi.
- X @UFC
Jiri Prochazka sendiri memiliki rekam jejak impresif sejak bergabung dengan UFC pada 2020 setelah meninggalkan Rizin. Mantan juara kelas berat ringan tersebut telah meraih kemenangan atas sejumlah nama besar, termasuk Khalil Rountree Jr., Jamahal Hill, Aleksandar Rakic, Dominick Reyes, dan Volkan Oezdemir.
Di sisi lain, Stirling yang kini berusia 28 tahun mengawali kiprahnya di UFC dengan tiga kemenangan melalui keputusan juri. Namun, performanya kemudian semakin impresif setelah ia membukukan tiga kemenangan KO secara beruntun.
Load more