Legenda MotoGP: Alex Marquez dan Francesco Bagnaia Kuat, tapi Marc Marquez Belum Ada Tandingan
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Legenda MotoGP, Alex Criville, angkat suara mengenai masa depan tim Ducati Lenovo. Ia menilai hanya satu sosok yang benar-benar mampu menjadi pesaing sepadan bagi Marc Marquez, yakni Francesco “Pecco” Bagnaia.
Menurut Criville, Bagnaia masih menjadi rekan ideal bagi Marquez meski penampilannya musim ini tidak secemerlang sebelumnya. Ia percaya chemistry keduanya di lintasan dapat menjadi kombinasi yang sulit ditandingi pembalap lain.
- Reuters
Dalam wawancara bersama Motosan, Criville sempat menyinggung kiprah Alex Marquez dari tim Gresini Ducati. Ia menyebut adik Marc itu tampil luar biasa sepanjang musim hingga berhasil menutup kompetisi sebagai runner-up MotoGP 2025.
“Bayangkan, menjalani 44 balapan dalam semusim bukan hal mudah, baik secara fisik maupun mental. Tapi Alex mampu bangkit dari masa-masa sulit dan membuktikan dirinya layak berada di papan atas,” kata Criville dikutip pada Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, Alex adalah pembalap satelit paling konsisten musim ini. Ia mampu bersaing di level tinggi dan menjadi sosok terbaik setelah sang kakak yang masih dianggap sebagai benchmark MotoGP.
“Alex tampil mengesankan, meraih banyak podium, dan membuktikan statusnya sebagai pembalap satelit nomor satu. Namun, tetap saja, Marc (Marquez) masih berada di level yang berbeda,” imbuhnya.
Criville menilai, meski Alex berkembang pesat, masih butuh waktu panjang untuk mencapai ketajaman dan insting balap seperti Marc. Bagi Criville, dominasi The Baby Alien di lintasan belum tergoyahkan siapa pun.
Ia juga menyoroti performa Francesco Bagnaia yang sempat menurun pada pertengahan musim. Menurut Criville, tekanan sebagai rekan setim Marc di Ducati Lenovo bukan hal ringan, tapi Pecco tetap menunjukkan mental baja.
“Bagnaia tahu apa yang harus dilakukan. Berada satu garasi dengan Marc Marquez jelas bukan situasi mudah, tetapi saya tidak melihat ada pembalap lain yang bisa bekerja sama sebaik dia dengan Marc,” ujar Criville.
- Reuters
Criville menegaskan, keseimbangan antara pengalaman, teknik, dan mentalitas membuat Bagnaia tetap menjadi aset penting bagi Ducati. Ia percaya pergantian pembalap justru akan merusak stabilitas tim yang kini sudah terbentuk.
Meski musim ini bukan yang paling gemilang, performa Bagnaia masih tergolong solid. Pembalap Italia itu duduk di peringkat keempat klasemen sementara dengan 286 poin dari dua kemenangan dan delapan podium.
Dengan jarak tipis dari Marco Bezzecchi di posisi ketiga, Bagnaia masih punya peluang besar untuk menutup musim di podium klasemen akhir. Konsistensi di seri-seri penutup akan jadi kunci untuk membuktikan bahwa dirinya tetap pantas berada di tim pabrikan Ducati.
(aes)
Load more