Prioritaskan Perangkat Elektronik dan Aerodinamika, Aprilia Kejar Presisi Maksimal RS-GP 26 di Tikungan
- Aprilia Racing
Jakarta, tvOnenews.com – Aprilia menempatkan elektronik dan aerodinamika sebagai prioritas utama dalam pengembangan RS-GP 2026.
Keputusan ini diambil menyusul mesin motor yang dibekukan pada tahun terakhir era MotoGP 1000 cc.
Dalam peluncuran tim Kamis lalu, direktur teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, menjelaskan bahwa penyempurnaan sistem elektronik bertujuan meningkatkan kepercayaan diri pembalap sekaligus mengejar peningkatan kecil namun vital pada akselerasi motor.
“Dari sisi elektronik, mungkin Anda melihat sepanjang musim bahwa kami cukup banyak fokus, juga dengan mempertimbangkan masukan dari para pembalap, untuk membuat motor yang lebih mudah dan stabil,” kata Sterlacchini.
“Karena saya selalu mengatakan, Anda bisa saja punya tingkat performa setinggi apa pun, tetapi jika motor sulit dipaksa hingga batas maksimal, pembalap akan menyisakan margin. Dan pada akhirnya, mereka akan lebih lambat.”
Ia menambahkan, “Oleh karena itu, pada sektor elektronik kami jelas bekerja pada area kontrol traksi, terutama saat keluar tikungan, tetapi juga saat masuk tikungan.”
“Karena setiap kali Anda bisa memanfaatkan keunggulan ban belakang untuk menghentikan motor, Anda bisa mengerem lebih lambat. Dengan begitu, Anda bukan hanya lebih efektif saat menyalip, tetapi juga bisa mencatat waktu putaran yang lebih baik.”
Sterlacchini menyebut, pengembangan elektronik juga mencakup hal-hal “eksotis” seperti kontrol wheelie lebih halus dan peningkatan akselerasi kecil hingga 0,0001 g, karena presisi adalah kunci.
Terkait aerodinamika, Sterlacchini menjelaskan bahwa peningkatan performa biasanya merupakan kompromi antara downforce dan hambatan udara (drag).
“Karena jika Anda menambah downforce di bagian depan, maka Anda juga menambah drag,” jelasnya. Namun, tidak semua downforce menghasilkan drag yang sama, dan drag kadang justru bermanfaat, terutama saat pengereman.
“Kami ingin mendapatkan karakter aerodinamika paling optimal di setiap fase berkendara, atau istilahnya ‘menarik selimutnya’. Efisiensi lebih baik berarti gaya aerodinamika mendukung performa tanpa menimbulkan konsekuensi negatif,” tambah Sterlacchini.
“Drag misalnya, membantu menghentikan motor. Jadi Anda perlu drag saat pengereman, tapi bukan di lintasan lurus utama,” tuturnya.
Sterlacchini memberi dampak besar sejak musim debutnya sebagai direktur teknis Aprilia. RS-GP 2025 meraih empat kemenangan Grand Prix dan tiga kemenangan Sprint, membawa Aprilia finis di posisi kedua klasemen konstruktor dan posisi ketiga klasemen pembalap melalui Marco Bezzecchi.
Load more