Deja Vu Marc Marquez Bersama Honda Terlihat di Sirkuit Buriram, Fabio Quartararo Tinggalkan Yamaha Musim Depan?
- MotoGP
Jakarta, tvOnenews.com - Ada nuansa deja vu pada tes pramusim MotoGP 2026 di Chang International Circuit (Sirkuit Buriram).
Publik menyaksikan momen emosional dari Fabio Quartararo yang mengingatkan pada kisah pahit Marc Marquez bersama pabrikan Jepang beberapa tahun lalu.
Rider andalan Yamaha Factory Racing itu tertangkap kamera menunjukkan gestur jari tengah ke arah motor barunya saat sesi pagi berlangsung.
Ekspresi tersebut seolah menjadi simbol akumulasi kekecewaan terhadap performa motor yang belum juga kompetitif.
Sejak 2024, Yamaha mengambil langkah besar dengan meninggalkan mesin inline-four dan beralih ke konfigurasi V4. Keputusan itu digadang-gadang sebagai titik balik untuk membawa pabrikan berlogo garpu tala kembali bersaing di barisan depan MotoGP.
Lebih dari itu, proyek V4 juga disebut-sebut sebagai kartu terakhir Yamaha untuk meyakinkan Quartararo tetap bertahan setelah musim ini.
Namun kenyataannya, perjalanan mesin baru tersebut belum sesuai ekspektasi. Pada tes awal Februari di Sepang International Circuit, Yamaha bahkan kehilangan satu hari penuh akibat problem mesin.
Demi keselamatan, seluruh pembalap dihentikan sementara tim melakukan evaluasi.
Saat kembali turun di hari terakhir, motor Yamaha terlihat berjalan dengan putaran lebih rendah dan belum memperlihatkan lonjakan performa berarti.

- Antara
Kondisi ini terasa mirip dengan momen sulit yang pernah dialami Marquez bersama Repsol Honda Team pada 2023.
Di GP Jerman tahun itu, Marquez juga sempat menunjukkan gestur jengkel ke arah motornya setelah hampir terjatuh. Akhir pekan tersebut diwarnai lima kecelakaan dan menjadi titik awal perpisahannya dengan Honda..
Sejak pertama kali menjajal motor V4 akhir tahun lalu, ekspresi antusias tak terlalu terlihat dari wajahnya. Situasi makin sulit ketika ia mengalami kecelakaan di hari pertama tes resmi Sepang yang membuat jarinya patah. Ia memilih absen sisa tes demi fokus pemulihan.
Kembali ke lintasan di Buriram, harapan akan kemajuan signifikan belum terwujud. Hingga pukul 15.00 waktu setempat, Yamaha belum menunjukkan lonjakan performa.
Bahkan pembalap tercepat mereka justru datang dari tim satelit Pramac Racing melalui Jack Miller yang berada di posisi ke-13.
Tak lama setelah gestur di lintasan, kamera kembali menyorot Quartararo yang terlihat murung di garasi tim. Bahasa tubuhnya menggambarkan tekanan yang semakin besar.
Dengan kontrak yang memasuki fase krusial dan performa motor yang belum meyakinkan, spekulasi mengenai masa depan Quartararo pun menguat.
Jika Yamaha gagal menghadirkan peningkatan nyata, bukan tak mungkin sang juara dunia 2021 mengikuti jejak Marquez yang memutuskan untuk meninggalkan proyek Jepang demi peluang yang lebih kompetitif.
(aes)
Load more