Christian Horner Buat Garasi Red Bull Kembali Memanas, Tuding Helmut Marko Bertanggung Jawab Atas Pemecatannya
- Facebook Red Bull
tvOnenews.com - Eks kepala tim Red Bull Racing, Christian Horner, kembali membuat situasi di garasi mantan timnya itu memanas jelang dimulainya F1 2026.
Pasanya, Christian Horner baru saja buka suara soal pemecatannya dari Red Bull pada Juli lalu 2025.
Dalam serial Drive to Survive, Horner menyebut jika eks penasih Red Bull yakni Helmut Marko berperan besar di balik keputusan itu.

- Facebook Red Bull
Horner dicopot setelah dua dekade memimpin Red Bull meraih delapan gelar pembalap dan enam konstruktor.
Performa tim yang menurun serta konflik internal memperkeruh situasi.
Ia juga diterpa tudingan pelecehan seksual dan perilaku mengendalikan terhadap karyawan perempuan.
“Saya merasakan kehilangan dan kesedihan yang mendalam. Semuanya terjadi tiba-tiba. Saya tidak benar-benar mendapat kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal dengan layak. Saya tidak pernah membayangkan akan berada dalam posisi ini” kata Horner.
“Tentu saja reaksi spontan Anda ketika diperlakukan seperti itu adalah mengatakan 'Persetan dengan mereka'. Sesuatu yang sangat berharga bagi saya diambil dari saya tanpa persetujuan saya.” tambahnya.

- ANTARA
Ia membantah keluarga Max Verstappen terlibat dalam pemecatan tersebut.
“Saya pikir ini adalah keputusan yang dibuat oleh Oliver Mintzlaff dengan Helmut Marko yang memberikan nasihat dari pinggir lapangan.” tegas Horner.
Horner juga menyinggung perubahan besar sejak wafatnya Dietrich Mateschitz.
Sementara itu, Marko membalas lewat media Belanda dan menuding Horner memainkan permainan kotor.
Kini Horner dikabarkan menyiapkan langkah kembali ke paddock dan tertarik masuk dalam investasi tim Alpine F1.
(akg)
Load more