Tak Tersentuh di Seri Pembuka MotoGP 2026, Bos Aprilia Tetap Kritik Penampilan Anak Didik Valentino Rossi di Thailand
- Speedweek.com
Jakarta, tvOnenews.com - Aprilia langsung tancap gas pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand.
Pabrikan asal Noale itu mencatat hasil sensasional dengan finis di posisi satu, tiga, empat, dan lima pada balapan utama.

- Reuters
Sekilas melihat klasemen sementara kejuaraan dunia usai dua balapan pertama musim ini sudah cukup menggambarkan dominasi tersebut.
Pembalap muda KTM, Pedro Acosta, yang tampil gemilang dua kali di Thailand, memimpin klasemen. Di belakangnya berturut-turut ada pemenang GP Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura.
Aprilia seperti mengamuk di awal musim. Performa empat motor RS-GP makin terasa impresif jika melihat meredupnya kekuatan raksasa Bologna, Ducati.
Meski masalah teknis dan insiden jatuh turut menghambat penampilan lebih gemilang dari kakak-beradik Marquez, superioritas Aprilia di Thailand tak terbantahkan.
Absennya Marc Marquez di akhir musim 2025 sempat membuat tolok ukur performa menjadi tanda tanya. Apakah performa Bezzecchi dan Fernandez di seri pamungkas musim lalu hanya kebetulan? Jawabannya tegas ketika sang juara dunia kembali hadir.
Dalam balapan MotoGP Thailand 2026 kemarin, Bezzecchi tak memberi ruang sedetik pun bagi pemilik nomor 93 tersebut.
Sementara pembalap tim satelit Trackhouse, Fernandez, dengan berani menyalip sang juara di Tikungan 7, situasi yang beberapa waktu lalu terasa mustahil.
Ketika Jorge Martin ikut merangsek ke depan dan Aprilia sempat menguasai seluruh posisi podium, keraguan pun sirna. Untuk pertama kalinya di Thailand, Aprilia benar-benar mampu mengungguli Ducati dalam hal akselerasi.
Usai kesuksesan besar itu, bos Aprilia Racing, Massimo Rivola, menjadi buruan media. Dengan sikap tenang namun lugas, ia menyampaikan selamat untuk para pembalapnya.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada semua pembalap hari ini. Keempatnya melakukan pekerjaan luar biasa di GP pembuka," kata Rivola.
“Marco (Bezzecchi) sangat cepat dan mampu menjauh. Jorge luar biasa karena praktis hanya beberapa pekan terakhir ini kembali mengendarai motor balap setelah absen satu musim penuh," lanjutnya.
"Raul tetap bertahan meski mengalami masalah besar pada bahunya hingga pagi tadi. Dan jangan lupakan Ai, yang setelah paruh pertama balapan kurang baik, menemukan ritmenya dan melakukan manuver-manuver luar biasa di akhir," katanya lagi.
“Tanpa diragukan, kami sangat puas hari ini. Sepertinya kami berhasil mempertahankan keunggulan motor kami, terutama kecepatan di tikungan cepat, dan itu cocok dengan karakter trek seperti Buriram," jelas Rivola.
Meski begitu, ia juga menyoroti kegagalan Bezzecchi meraih finis satu-dua untuk Aprilia.
Peraih pole position itu terpaksa mundur lebih awal di sprint race setelah melebar di lap kedua. Akibatnya, meski menang nyaman di balapan utama, Acosta tetap memimpin klasemen sejak lap pertama musim ini.
Dengan wajah serius, Rivola mengakui kekecewaannya atas hasil yang didapat Bezzecchi di sesi sprint race.
“Saya sangat kecewa dengan sprint race. Ketika punya peluang, Anda harus memaksimalkan setiap kesempatan. Kami jelas tidak akan dominan sepanjang tahun ini. Marc dan Pedro akan selalu ada di setiap balapan. Kami pasti akan merindukan poin-poin yang hilang itu.”
Meski demikian, Marco Bezzecchi berhasil membalas kepercayaan tersebut dengan penampilan tanpa cela.
Anak didik Valenntino Rossi itu mencatatkan lap tercepat balapan utama dan mengunci kemenangan GP pertamanya pada 2026, setelah terakhir kali menang pada 2025.
(aes)
Load more