Gagal di Thailand, Marc Marquez Tegaskan Ducati Tak Panik dengan Dominasi Aprilia
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Juara dunia bertahan MotoGP, Marc Marquez, menegaskan tidak ada kepanikan di kubu Ducati meski timnya mengawali musim 2026 dengan hasil mengecewakan pada MotoGP Thailand.
Untuk pertama kalinya sejak MotoGP Inggris 2021, tak satu pun pembalap Ducati naik podium dalam balapan utama yang digelar di Sirkuit Buriram, Minggu.

- Facebook/MotoGP
Hasil tersebut mengakhiri rekor 88 balapan beruntun Ducati selalu menempatkan wakilnya di podium grand prix.
Dominasi pabrikan asal Italia itu kini mulai mendapat ancaman setelah Aprilia tampil superior lewat kemenangan Marco Bezzecchi di Thailand.
Ducati tertinggal lebih dari 15 detik dari pemenang balapan. Hasil terbaik mereka hanya finis keenam melalui Fabio Di Giannantonio. Sementara itu, peluang podium Marc Marquez sirna akibat kerusakan roda belakang pada lap ke-21 dari total 26 lap.
Bos Ducati, Davide Tardozzi, mengakui pihaknya belum memahami penyebab performa tim merosot drastis di Buriram, padahal satu pekan sebelumnya Ducati tampil kuat saat tes pramusim di sirkuit yang sama.
Meski demikian, Marquez menegaskan situasi tersebut belum mengkhawatirkan.
“Tentu saja, Ducati sedang bekerja,” ujar Marquez kepada TNT Sport.
“Kami harus bekerja dengan baik, kami harus bekerja keras, tetapi tidak panik.”
“Di sini menggunakan casing yang berbeda, ban yang berbeda. Mari kita lihat balapan berikutnya.”
“Tentu saja, kami harus bekerja, kami tidak boleh tidur,” tegasnya.
Terkait masalah ban yang dialaminya, Marquez enggan berlarut-larut memikirkannya.
“Saya tidak ingin membuang waktu,” katanya.
“Saya hanya ingin memikirkan balapan berikutnya. Ini bukan masalah Michelin, dan bukan juga masalah trek.”
“Itu hanya soal double kerbs yang bagus untuk beberapa alasan, tetapi hari ini kami melihat sesuatu yang tidak biasa. Tapi hal seperti itu bisa terjadi.”
“Itu sangat aneh karena bahkan velgnya rusak total. Jadi, saya merasa sangat beruntung itu tidak berakhir dengan highside besar,” jelasnya.
Marquez sendiri sempat melakukan start yang kurang agresif. Ia mengaku sengaja mengatur ritme demi menjaga kondisi bahunya yang belum pulih 100 persen. Meski gagal meraih poin, ia menilai level kompetitifnya tetap terjaga.
“Saya sangat tenang di awal,” ungkapnya.
“Saya tahu ini akan menjadi balapan panjang untuk ban dan kondisi fisik saya, dan saya berkata, ‘Oke, saya ingin tenang, tidak masalah jika mereka menyalip saya’.”
“Kemudian ketika tersisa 10 lap, saat itulah saya mulai menyerang. Setiap lap saya semakin dekat ke podium, mengejar Raul [Fernandez] dan Pedro [Acosta].”
“Tapi ya, hari ini kami mendapat nol poin, tetapi yang paling penting adalah level kami masih ada,” pungkas Marquez.
(aes)
Load more