GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gagal Kejar George Russell, Charles Leclerc Akui Ferrari Tak Cukup Kuat di F1 GP Australia 2026

Charles Leclerc finis ketiga di F1 GP Australia 2026.
Minggu, 8 Maret 2026 - 17:18 WIB
Dua pembalap Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli serta Charles Leclerc (Ferrari) berdiri di podium F1 GP Australia 2026.
Sumber :
  • REUTERS/Hollie Adams

Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, menilai timnya tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk menantang Mercedes-AMG Petronas Formula One Team dalam perebutan kemenangan pada seri pembuka Formula 1 musim 2026 di Australian Grand Prix.

Balapan yang berlangsung di Melbourne Grand Prix Circuit, Minggu, tersebut dimenangi pembalap Mercedes George Russell, yang memimpin finis satu-dua bersama rekan setimnya Andrea Kimi Antonelli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pembalap Formula 1 beraksi di F1 GP Australia 2026.
Para pembalap Formula 1 beraksi di F1 GP Australia 2026.
Sumber :
  • REUTERS/Hollie Adams

Leclerc sendiri memulai balapan dari posisi keempat, namun langsung melesat ke depan setelah melakukan start yang sangat cepat. 

Ia bahkan sempat memimpin balapan dan terlibat duel ketat dengan Russell pada 10 lap pertama lomba.

Namun, performa dan strategi Mercedes akhirnya terbukti lebih unggul dibanding Ferrari. Russell mampu mempertahankan keunggulan hingga finis dan membuka era baru F1 dengan kemenangan bagi Mercedes.

Strategi Ferrari yang memilih tidak masuk pit saat fase Virtual Safety Car (VSC) pada awal balapan membuat peluang mereka memperebutkan kemenangan semakin kecil. 

Sebaliknya, Mercedes memanfaatkan situasi tersebut dengan melakukan pit stop yang lebih menguntungkan untuk kedua mobilnya.

Leclerc akhirnya mengamankan posisi ketiga setelah unggul tipis dari rekan setimnya, Lewis Hamilton, yang finis di posisi keempat.

Meski demikian, pembalap asal Monako itu meragukan bahwa Ferrari sebenarnya memiliki peluang untuk menang, bahkan jika tidak ada intervensi VSC dalam balapan tersebut.

“Saya tidak berpikir begitu, tetapi mungkin saya salah,” kata Leclerc saat ditanya apakah Ferrari bisa menantang kemenangan tanpa adanya VSC.

“Sepertinya Mercedes mungkin memiliki sedikit kecepatan lebih dibanding kami hari ini, meskipun mungkin tidak sebesar yang terlihat kemarin, jadi itu hal yang baik. Tetapi saya rasa kami tidak bisa memenangkan balapan.”

Leclerc juga menegaskan bahwa dirinya tidak menyesali keputusan strategi yang diambil Ferrari selama balapan berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya tidak menyesalinya. Itu adalah keputusan yang memang kami inginkan, keputusan yang disengaja dan disadari,” ujar Leclerc.

Ia menjelaskan bahwa sejak sesi latihan bebas pertama hingga menjelang balapan, selalu ada mobil yang berhenti di lintasan sehingga kemungkinan munculnya VSC sangat besar.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mahasiswa ITB Dikabarkan Hilang di Gunung Puntang, Pihak Kampus Koordinasi dengan Basarnas hingga Kepolisian

Mahasiswa ITB Dikabarkan Hilang di Gunung Puntang, Pihak Kampus Koordinasi dengan Basarnas hingga Kepolisian

Mahasiswa ITB Program Magister Teknik Lingkungan Angkatan 2024 Arief Wibisono dikabarkan hilang di Gunung Puntang.
Bung Binder Puji Strategi Efektif Persib Bandung Usai Kalahkan Persija: Tak Perlu Indah, yang Penting Tiga Poin

Bung Binder Puji Strategi Efektif Persib Bandung Usai Kalahkan Persija: Tak Perlu Indah, yang Penting Tiga Poin

Pengamat sepak bola Bung Binder memuji strategi efektif Persib Bandung asuhan Bojak Hodak saat menaklukkan Persija Jakarta di laga El Clasico, menilai permainan
ITB Ungkap Kronologi Hilangnya Arief Wibisono di Gunung Puntang, Ternyata Mahasiswa S2 Itu Terpisah Saat Turun

ITB Ungkap Kronologi Hilangnya Arief Wibisono di Gunung Puntang, Ternyata Mahasiswa S2 Itu Terpisah Saat Turun

Institut Teknologi Bandung (ITB) buka suara soal hilangnya salah satu mahasiswa Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.
Satu Keluarga Tenggelam di Embung Sigit Sragen, Ibu dan Anak Meninggal, Ayah Selamat

Satu Keluarga Tenggelam di Embung Sigit Sragen, Ibu dan Anak Meninggal, Ayah Selamat

Suana syahdu sore di Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah berubah menjadi mencekam, Minggu 10 Mei 2026.
Update Klasemen Liga Italia 2025-2026: Emil Audero Ketiban Untung, AC Milan Terancam Batal Tampil di Liga Champions

Update Klasemen Liga Italia 2025-2026: Emil Audero Ketiban Untung, AC Milan Terancam Batal Tampil di Liga Champions

Emil Audero menerima keuntungan di klasemen sementara Liga Italia 2025-2026. Di sisi lain, AC Milan berada dalam posisi terancam untuk tampil di Liga Champions musim depan.
Rupiah Hari Ini 11 Mei 2026 Bergerak Melemah, Nyaris Rp17.400 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 11 Mei 2026 Bergerak Melemah, Nyaris Rp17.400 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pagi hari ini 11 Mei 2026 bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT