Polemik Regulasi Baru F1 2026 Masih Berlanjut, Carlos Sainz Ingatkan Banyaknya Komentar Buruk Bisa Rusak Citra Formula 1
- F1
tvOnenews.com - Perdebatan mengenai regulasi baru F1 2026 kembali memanas setelah berakhirnya race pembuka di Grand Prix Australia pada akhir pekan kemarin.
Sejumlah pembalap diketahui mengkritik karakter mobil baru yang dinilai berubah drastis dibanding generasi sebelumnya.
Beberapa komentar keras muncul dari para bintang F1 usai sesi kualifikasi di Sirkuit Albert Park.

- Formula One
Juara dunia bertahan Lando Norris menyebut mobil F1 berubah dari terbaik menjadi terburuk.
Sementara itu, Max Verstappen juga menilai konsep teknis baru tersebut tidak tepat.
Banyak kritik diarahkan pada sistem power unit terbaru yang membagi tenaga secara seimbang antara mesin pembakaran dan elektrifikasi.
Rasio 50:50 itu membuat mobil kehilangan kecepatan di sektor cepat lintasan.
Hal tersebut terjadi ketika pembalap harus melakukan super clip untuk mengisi kembali energi baterai.
Situasi ini bahkan membuat briefing pembalap dengan FIA di Melbourne berlangsung panas. Para pembalap disebut meminta perubahan pada regulasi tersebut.
Carlos Sainz ikut menanggapi polemik yang berkembang di paddock Formula 1.
Menurutnya, kritik yang terlalu terbuka di publik justru bisa berdampak buruk bagi citra kejuaraan.

- Facebook/F1
“Seperti yang saya katakan dalam pengujian, semua kritik yang saya miliki tentang peraturan akan saya coba tetap konstruktif terhadap FIA dan FIM, mencoba untuk tidak terlalu meremehkan olahraga ini karena, pada akhirnya, saya pikir itu hanya merugikan diri sendiri untuk menjaga agar para fans dan jurnalis… jika para pembalap terlalu negatif tentang serangkaian peraturan ini, maka saya pikir semua orang akan ikut terlibat," kata Carlos Sainz.
“Dan menurut saya forum terbaik adalah briefing para pembalap atau percakapan pribadi dengan Stefano Domenicali dan FIA," lanjutnya.
“Jelas bahwa sejauh ini tidak ada yang senang dan satu-satunya yang kami rasakan adalah tampaknya ada banyak solusi tambal sulam untuk mencoba menyelesaikan masalah mendasar ini, yaitu sistem hibrida 50/50 ini memberi kami banyak masalah.” pungkas Carlos Sainz.
(akg)
Load more