Marc Marquez Gagal Podium di Thailand, Bos Ducati Mulai Khawatirkan Kekuatan Aprilia di MotoGP 2026
- Facebook/MotoGP
Jakarta, tvOnenews.com - Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menilai musim MotoGP World Championship 2026 tidak akan mudah bagi Marc Marquez untuk meraih kemenangan secara konsisten.
Hal tersebut tak lepas dari meningkatnya performa Aprilia Racing yang tampil sangat kompetitif pada seri pembuka musim.

- Reuters
Setelah merebut gelar juara dunia MotoGP 2025, Marquez sempat absen dalam lima seri karena mengalami cedera bahu.
Ia diharapkan mampu kembali menunjukkan dominasi saat tampil pada seri pembuka musim 2026 di Thai Grand Prix yang digelar di Chang International Circuit.
Namun kenyataannya, pembalap asal Spanyol itu gagal meraih kemenangan. Pada balapan Sprint, Marquez harus menerima penalti mundur sehingga kemenangan diraih oleh pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta.
Nasib kurang beruntung juga dialami Marquez pada balapan utama. Ia gagal menyelesaikan lomba akibat masalah pada ban, sementara kemenangan diraih oleh pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi.
Hasil tersebut juga membuat Ducati gagal menempatkan pembalapnya di podium pada balapan Grand Prix.
Catatan itu sekaligus menghentikan rekor panjang mereka yang sebelumnya selalu menempatkan setidaknya satu pembalap di podium dalam 88 balapan terakhir.
Menurut Tardozzi, Marquez memahami bahwa persaingan musim ini akan jauh lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Marc tentu sadar akan lebih sulit menjuarai tahun ini. Namun, dia sangat percaya pada Gigi (Dall'Igna, CEO Ducati Corse) dan para insinyurnya. Jelas, dia marah karena gagal podium," ujar Tardozzi kepada TNT Sports.
Ia menilai Marquez sebenarnya berpeluang besar finis di posisi tiga besar sebelum masalah terjadi pada motornya.
"Sebab, dia pasti setidaknya akan finis ketiga. Dia sedang mengejar (Raul) Fernandez. Namun, dia percaya pada kami dan motornya, dan saya rasa bahu kanannya akan membaik dalam beberapa pekan ke depan," lanjut Tardozzi.
Sementara Ducati mengalami kesulitan, Aprilia justru menunjukkan performa yang mengesankan.
Selain kemenangan Bezzecchi, beberapa pembalap lain seperti Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura juga tampil kuat sepanjang akhir pekan balapan.
Bahkan keempat pembalap Aprilia berhasil menembus posisi lima besar pada balapan Grand Prix. Tardozzi pun mengakui peningkatan performa rivalnya tersebut.
"Sepertinya Aprilia telah berkembang dan mereka sangat cepat dengan empat pembalap mereka. Selamat," kata Tardozzi.
Ia juga mengungkapkan Ducati masih mencoba memahami perubahan performa motor yang dirasakan timnya dibandingkan saat sesi tes sebelumnya di lintasan yang sama.
"Pada akhirnya, ada yang aneh, karena kami menemukan motor yang benar-benar berbeda dari yang sebelumnya ketika kami berada di sini untuk tes. Itu sesuatu yang masih belum kami mengerti," tutup Tardozzi.\
(aes)
Load more