News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berawal Latihan di Pasar Sapi Gunung Kidul, Veda Ega Pratama Berhasil Raih Podium Moto3 Brasil 2026

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama mencetak sejarah setelah berhasil meraih podium ketiga di balapan Moto3 Brasil 2026 pada Senin (23/3/2026) dini hari WIB.
Selasa, 24 Maret 2026 - 07:02 WIB
Veda Ega Pratama berhasil menjadi pembalap Indonesia pertama raih podium Moto3
Sumber :
  • Instagram @veda_54

tvOnenews.com - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama baru saja mencetak sejarah baru setelah berhasil meraih podium ketiga di balapan Moto3 Brasil 2026.

Prestasinya terukir di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada Senin (23/3/2026) dini hari WIB. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah berlatih keras sejak usia 4 tahun, Vega Ega kini menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium Moto3. 

Namun siapa sangka, pembalap yang sukses di kancah internasional ini berawal latihan di Pasar Hewan Siyono Harjo, Gunung Kidul atau kerap disebut Pasar Sapi.

“Dari kecil sampai sekarang saya latihan di sini di pasar sapi, Pasar Hewan Siyono Harjo,” ungkap pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, dilansir dari akun @pandanganjogjakultur.

“Latihannya cuma yang disebelah sana sih, di sini aspalnya belum kayak gini, terus kotor banget. Mau bagaimana juga kita harus memaksimalkan tempat yang ada,” sambungnya.

Veda Ega Pratama berhasil menjadi pembalap Indonesia pertama raih podium Moto3
Veda Ega Pratama berhasil menjadi pembalap Indonesia pertama raih podium Moto3
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Instagram @motogp @veda_54

Pembalap asal Gunung Kidul ini memiliki impian untuk dapat bertanding di ajang MotoGP, namun siapa mengira di usianya 17 tahun ia sudah bisa tampil di Moto3.

Artinya, impiannya untuk mengaspal di MotoGP sudah semakin dekat.

“Kan Moto3 minimal 18 tahun ya harusnya, tapi saya bisa 17 tahun karena 3 besar (Red Bull Rookies Cup) di tahun ini. Ya nggak nyangka bisa 3 besar,” ujar Veda.

“Kalau dipikir-pikir cepat juga ya. Ya ngejar itu tadi, ngejar MotoGP kalau bisa secepatnya,” lanjutnya.

Demi mengejar mimpi di lintasan balap, ia harus merelakan masa kecilnya untuk sekolah seperti anak-anak lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pastinya kegiatan saya nggak bisa seperti anak-anak umum yang lainnya. Karena balapan juga saya tahun ini dan tahun kemarin tinggal di Spanyol,” jelas pembalap Moto3 itu.

“Jadi karena ada keperluan tinggal di sana untuk latihan bareng dengan tim dan teman-teman lainnya. Karena saya tinggal di sana jadi nggak bisa masuk sekolah, tapi tetap ada tugas-tugas yang bisa saya kerjakan lewat online,” lanjutnya menjelaskan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi soal upaya Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT