Kritik Keras Jadwal Padat MotoGP, Pedro Acosta Sebut Format Baru Pengaruhi Umur Karier Pembalap
- Facebook/MotoGP
Jakarta, tvOnenews.com - Padatnya kalender MotoGP dalam beberapa musim terakhir mulai memunculkan kekhawatiran serius dari kalangan pembalap.
Salah satu suara yang cukup tegas datang dari rider Red Bull KTM, Pedro Acosta, yang menilai format kompetisi saat ini berpotensi memperpendek usia karier para pembalap.
- Reuters
Sejak dua musim terakhir, MotoGP menjalani hingga 22 seri dalam satu tahun.
Situasi ini semakin berat setelah diperkenalkannya format Sprint sejak 2023, yang membuat intensitas balapan meningkat drastis karena pembalap harus tampil kompetitif dua kali dalam satu akhir pekan.
Tak hanya soal jumlah balapan, jarak antar seri yang semakin rapat juga menjadi persoalan.
Minimnya waktu jeda dinilai menyulitkan pembalap untuk memulihkan kondisi fisik, terutama bagi mereka yang mengalami cedera.
Dilansir dari laman Motorsport.com, Acosta menegaskan bahwa idealnya setiap seri memiliki waktu jeda lebih panjang agar pembalap bisa menjaga kondisi sekaligus performa.
"Itu ide yang bagus. Karena menurut saya yang buruk dari kalender ini adalah karier para pembalap akan lebih pendek," ungkap pembalap asal Spanyol berusia 21 tahun tersebut.
Ia juga menyoroti tuntutan tinggi di setiap akhir pekan balapan yang kini tidak lagi memberi ruang untuk beradaptasi secara bertahap.
"Tidak mungkin untuk bertahan selama 22 pekan dengan sesi penting setiap hari pada sore hari seperti (sesi latihan Jumat), kualifikasi dan Sprint, dan kemudian balapan utama," lanjutnya.
Menurut Acosta, tekanan tidak hanya dirasakan saat balapan utama, tetapi sudah dimulai sejak sesi latihan pertama.
Hal ini membuat pembalap dan tim harus langsung tampil maksimal tanpa kesempatan mencari ritme secara perlahan.
"Tidak ada waktu untuk berkata, 'Oke, aku akan ke lintasan, mencari ritme berkendara saya secara bertahap, dan hanya akan berkendara'. Maksud saya, setiap hari Anda memiliki sesi penting, 22 kali per tahun," tuturnya.
Ia pun memperingatkan bahwa kondisi ini bisa berdampak jangka panjang terhadap ketahanan fisik dan mental pembalap.
Load more