News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Masalah Mental, Mantan Manajer Sebut Performa Anjlok Marc Marquez di Ducati Gara-gara Hal Ini...

Marc Marquez belum menemukan ritme membalap terbaiknya bersama Ducati di tiga seri pembuka MotoGP 2026.
Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB
Marc Marquez gelar latihan khusus demi kembalikan kondisi fisik jelang MotoGP Spanyol 2026
Sumber :
  • Reuters

Jakarta, tvOnenews.com - Penurunan performa Marc Marquez di awal MotoGP 2026 memunculkan berbagai spekulasi. 

Namun, mantan manajer tim MotoGP, Livio Suppo, menilai penyebab utamanya bukan terletak pada mentalitas sang pembalap, melainkan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marc Marquez dan Gigi Dall Igna
Marc Marquez dan Gigi Dall'Igna
Sumber :
  • Instagram/Ducati Corse

Dalam tiga seri pembuka musim ini, Marquez belum mampu meraih kemenangan, baik di Sprint maupun Grand Prix. 

Ia sendiri telah mengakui bahwa kondisi tubuhnya belum optimal akibat cedera bahu kanan yang masih membekas.

Cedera tersebut berasal dari insiden dengan Marco Bezzecchi di Mandalika pada Oktober 2025, yang bahkan memaksanya absen di lima seri terakhir musim lalu. Dampaknya masih terasa hingga awal musim 2026.

Menurut Suppo, situasi ini murni persoalan kebugaran, bukan karena Marquez kehilangan motivasi setelah meraih gelar dunia kesembilan.

"Ia hanya tak dalam kondisi fisik terbaiknya. Saya rasa ia tidak kehilangan motivasi atau tekad yang ia punya tahun lalu. Tampaknya ia belum bugar sepenuhnya," ujar Suppo, yang menaungi Marquez di Honda 2013-2017.

Ia juga menyoroti karakter Marquez yang cenderung tidak banyak mengeluhkan motor, bahkan ketika performanya sedang menurun.

"Marc selalu sangat misterius. Misalnya, di antara para pembalap Ducati, ia adalah orang yang paling sedikit mengeluh soal motornya. Ia menyatakan masalahnya adalah dirinya sendiri, bukan motornya," lanjutnya.

Namun di balik pernyataan tersebut, Suppo melihat kemungkinan lain yang tak bisa diabaikan. Ia meragukan sepenuhnya bahwa masalah hanya berasal dari kondisi fisik, mengingat inkonsistensi juga dialami pembalap Ducati lainnya.

Salah satu pengecualian justru datang dari Fabio Di Giannantonio yang tetap tampil stabil. Sementara itu, performa Pecco Bagnaia dinilai cukup fluktuatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Entah apakah ia (Marquez) bilang begitu demi menghormati timnya atau karena memang benar. Namun, performa Di Giannantonio tetap bagus," ungkap pria yang pernah memanajeri Ducati, Honda, dan Suzuki ini.

"Yang aneh adalah Pecco hanya melaju kencang sesekali. Ini jadi penyebab kekhawatiran, karena satu tahun yang buruk bisa terjadi. Namun, jika ia mengalaminya dua kali beruntun, akan jadi lebih sulit. Bagi fans, ini agak disayangkan," tutup Suppo.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapten Persib Hadir Langsung Tonton Piala Dunia, Marc Klok Dukung Negara Kelahirannya 

Kapten Persib Hadir Langsung Tonton Piala Dunia, Marc Klok Dukung Negara Kelahirannya 

Pemain naturalisasi ini tetap mendukung Belanda walaupun menikmati sejumlah tim unggulan di Piala Dunia 2026. 
Pemulihan Pasca Bencana, Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Ajak Perguruan Tinggi Kedokteran Terjun ke Penyintas

Pemulihan Pasca Bencana, Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Ajak Perguruan Tinggi Kedokteran Terjun ke Penyintas

Pemerintah Indonesia menekankan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam menjamin keselematan masyarakat dalam penanganan pasca bencana Aceh.
KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara milik tiga pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait kasus dugaan suap importasi barang.
Boni Hargens Nilai Polri Semakin Lakukan Pendekatan Humanis

Boni Hargens Nilai Polri Semakin Lakukan Pendekatan Humanis

Intitusi Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai semakin humanis dalam mengawal rentetan aksi unjuk rasa yang terjadi disejumlah wilayah belakangan waktu ini.
Mantan Staf Ahli Heri Gunawan Mangkir Lagi Dari Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Dana CSR BI-OJK

Mantan Staf Ahli Heri Gunawan Mangkir Lagi Dari Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Dana CSR BI-OJK

Model sekaligus mantan staf ahli anggota DPR RI Heri Gunawan, Fitri Assiddikki (FA) kembali mangkir dari pemanggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar peredaran obat keras daftar G ilegal yang terjadi dalam periode Mei 2026 di wilayah hukumnya.

Trending

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 membuat Tanjung Verde sukses mencuri perhatian dunia setelah menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol pada laga Grup H, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Penelitian Final Tim PKPE FT UGM Ungkap Jejak PVC pada Residu Pembakaran di Rumah Api Seyegan Sleman

Penelitian Final Tim PKPE FT UGM Ungkap Jejak PVC pada Residu Pembakaran di Rumah Api Seyegan Sleman

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM merampungkan penelitiannya terkait fenomena kemunculan api yang terjadi secara berulang di Sleman
KPK Pastikan Tersangka di Kasus Bea Cukai Akan Bertambah, Buru Pihak Lain

KPK Pastikan Tersangka di Kasus Bea Cukai Akan Bertambah, Buru Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bahwa kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai tidak akan berhenti pada tujuh tersangka.
Wisatawan dari Berbagai Kota di Indonesia Menikmati Waktu Libur dengan Forest Wellness Experience di Purworejo

Wisatawan dari Berbagai Kota di Indonesia Menikmati Waktu Libur dengan Forest Wellness Experience di Purworejo

Belasan wisatawan dari berbagai kota di Indonesia manfaatkan waktu libur mereka merasakan Forest Wellness Experience di DeLoano Glamping, 13 hingga 14 Juni 2026
Hanya Satu Tersangka Kasus Suap Bea Cukai yang Masih Dilakukan Penyidikan KPK, Ini Sosoknya

Hanya Satu Tersangka Kasus Suap Bea Cukai yang Masih Dilakukan Penyidikan KPK, Ini Sosoknya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyidikan terhadap satu tersangka yakni Budiman Bayu Prasojo (BBP) di kasus suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.
KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara milik tiga pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait kasus dugaan suap importasi barang.
Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar peredaran obat keras daftar G ilegal yang terjadi dalam periode Mei 2026 di wilayah hukumnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT