Gara-gara Veda Ega Pratama, Bos Red Bull KTM Ajo Akui Kecewa di Moto3 Ceko 2026
- Instagram @veda_54
tvOnenews.com - Persaingan ketat tersaji pada balapan Moto3 Ceko 2026 di mana pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil mengejutkan dengan performa solid melawan dominasi motor KTM di grup terdepan.
Mengendarai motor Honda, Veda menjadi satu-satunya pembalap non-KTM yang mampu bersaing langsung dalam kelompok besar yang diisi lima rider pabrikan Austria tersebut.
Balapan ini mempertemukan Veda dengan para pembalap kuat seperti Hakim Danish, Maximo Quiles, Brian Uriarte, David Almansa, serta Alvaro Carpe yang semuanya mengendarai motor KTM di bawah naungan Red Bull KTM Ajo.
Sejak awal hingga akhir balapan, grup terdepan terus diwarnai pertarungan sengit.
Veda tampil konsisten mengikuti ritme para rider KTM dan bahkan sempat ikut dalam perebutan posisi podium hingga lap terakhir.
Ia akhirnya finis di posisi kelima, hanya terpaut 0,900 detik dari pemenang balapan, Hakim Danish.
Menariknya, Veda juga berhasil mengungguli Alvaro Carpe di momen krusial dengan selisih sangat tipis, hanya 0,006 detik.
Hasil ini membuat Carpe harus puas berada di belakangnya, meskipun sebelumnya ia sempat berada dalam tren positif dengan beberapa podium di seri-seri sebelumnya.
Sementara itu, Brian Uriarte tampil impresif dengan finis di posisi kedua dan menjaga asa tim KTM untuk tetap berada di jalur podium utama.
Namun, selisih waktu yang cukup dekat dengan pemenang membuat hasil akhir ini masih menyisakan evaluasi bagi tim.
Manajer Red Bull KTM Ajo, Niklas Ajo, mengakui bahwa timnya tampil kompetitif, namun tetap merasa belum mendapatkan hasil maksimal.
“Ini adalah akhir pekan yang positif lagi. Kedua pembalap berjuang memperebutkan kemenangan hingga lap terakhir," kata Niklas Ajo dalam rilis resmi tim Ajo.
"Jelas, dari segi hasil, kami merasa seharusnya bisa meraih hasil yang sedikit lebih baik, tapi tetap saja ini adalah hari Minggu yang bagus."
Lebih lanjut, Ajo juga menyinggung Alvaro Carpe yang kehilangan posisi akibat duel ketat di akhir lomba.
"Alvaro sedikit kurang beruntung hari ini, namun Brian kembali menampilkan performa hebat di sirkuit baru baginya," ujar Niklas Ajo.
"Kami terus berkembang dari balapan ke balapan, jadi saya sangat optimis menghadapi putaran-putaran mendatang bersama kedua pembalap kami,” ujarnya.
Alvaro Carpe sendiri tidak menutup-nutupi kekecewaannya setelah gagal mempertahankan posisi di grup terdepan.
Ia mengakui ada kesalahan kecil yang berujung pada hilangnya posisi penting di akhir balapan, yang kemudian dimanfaatkan oleh Veda Ega Pratama.
“Mungkin ini bukan hasil yang kami harapkan, tetapi akhir pekan ini sangat positif dan kami harus fokus pada hal itu," kata Carpe.
"Terlepas dari kesalahan kecil yang saya buat di akhir balapan, sisa balapan berjalan sangat baik dan saya merasa sangat nyaman di grup terdepan."
"Terkadang hal-hal seperti ini terjadi, dan kami harus menganalisis semuanya dengan perspektif yang tepat serta menganggapnya sebagai titik awal yang baik untuk balapan-balapan mendatang," ujar Carpe.
Meski tidak naik podium, performa Veda menjadi sorotan utama karena mampu bersaing langsung dengan dominasi motor KTM di kelas Moto3.
Konsistensinya mengikuti pace grup depan menunjukkan perkembangan signifikan pembalap Honda Team Asia di tengah persaingan ketat kejuaraan dunia junior tersebut.
Balapan ini juga memperlihatkan bahwa jarak performa antara Honda dan KTM di Moto3 semakin tipis, terutama ketika rider mampu menjaga konsistensi hingga lap akhir.
Dengan performa seperti ini, Veda diprediksi akan menjadi pembalap yang diperhitungkan dalam perebutan posisi terdepan di seri-seri berikutnya.
(tsy)
Load more