Max Verstappen Tak Habis Pikir, Red Bull Terus Dihantui Nasib Buruk di F1 2026: Kayak Nabrak Kucing Hitam
- Oracle Red Bull Racing
tvOnenews.com - Musim Formula 1 2026 belum berjalan sesuai harapan bagi Max Verstappen dan Red Bull Racing.
Alih-alih bersaing nyaman di papan atas seperti beberapa musim sebelumnya, tim asal Milton Keynes itu justru berkali-kali dihantam masalah teknis, performa mobil yang belum konsisten, hingga insiden yang menghilangkan peluang meraih poin besar.
Rentetan kejadian tersebut membuat Verstappen mulai mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada timnya.
Bahkan, juara dunia asal Belanda itu sempat melontarkan candaan yang menggambarkan betapa sialnya perjalanan Red Bull sepanjang musim ini.
"Rasanya seperti saya menabrak kucing hitam," kata Max Verstappen dilansir dari motorsport.com.
Ucapan itu memang disampaikan dengan nada bercanda, tetapi sekaligus mencerminkan frustrasi Verstappen melihat begitu banyak hambatan yang terus datang silih berganti.
Bukan hanya sekali atau dua kali Red Bull kehilangan kesempatan akibat masalah yang sebenarnya sulit diprediksi.
Di Grand Prix Australia, Verstappen mengalami kecelakaan yang bahkan belum bisa dijelaskan penyebab pastinya.
Memasuki GP Monako, masalah pada unit daya kembali mengganggu performanya dan menggagalkan peluang memulai balapan dari posisi yang lebih baik.
Situasi serupa kembali terjadi di Austria. Gangguan pada sayap belakang membuat sesi kualifikasi Verstappen tidak berjalan mulus dan berdampak pada peluangnya saat balapan.
Masalah belum berhenti di situ. Saat Formula 1 berlanjut ke Silverstone, Red Bull kembali dibuat pusing oleh kendala pada unit daya RB22.
Meski demikian, Verstappen menegaskan persoalan timnya bukan hanya berasal dari kerusakan teknis.
Menurutnya, karakter Red Bull saat ini memang kurang cocok untuk sirkuit seperti Silverstone yang sangat bergantung pada efisiensi manajemen energi.
Grand Prix Inggris menjadi salah satu akhir pekan paling mengecewakan bagi Verstappen musim ini.
Setelah hanya mampu start dari posisi ketujuh, pembalap berusia 28 tahun itu sempat berusaha bangkit dan mengejar Lewis Hamilton.
Namun harapan itu pupus ketika mobilnya kehilangan kendali di tikungan Stowe sebelum akhirnya menghantam pembatas lintasan.
Sesaat setelah memastikan dirinya dalam kondisi baik, Verstappen tak mampu menyembunyikan emosinya.
"Aku terjebak, kawan. S** mobil ini. B*! Tak bisa dipercaya. S** ini!" ujar Max.
Ledakan emosi tersebut memperlihatkan betapa frustrasinya Verstappen menghadapi masalah yang terus menghantui Red Bull sepanjang musim.
Situasi sulit yang dialami Red Bull membuat Verstappen mulai meragukan peluang timnya mengulang kebangkitan seperti musim lalu.
Pada Formula 1 2025, Red Bull sempat mengalami penurunan performa sebelum akhirnya mampu kembali kompetitif pada paruh kedua musim.
Namun kali ini, Verstappen merasa kondisinya berbeda.
"Anda juga harus berurusan dengan batasan biaya. Karena itu, Anda tidak bisa terus-menerus menambahkan banyak peningkatan pada mobil."
Menurutnya, regulasi cost cap membuat setiap tim harus lebih berhati-hati dalam membawa paket pengembangan.
"Kami akan terus mengevaluasi semuanya dari balapan ke balapan, tetapi sekali lagi, di trek yang sangat terbatas dalam hal manajemen energi, kami tampaknya lebih kesulitan."
Komentar tersebut menunjukkan bahwa Red Bull masih belum menemukan solusi untuk kelemahan utama mobil RB22.
Kekhawatiran Verstappen tak hanya berhenti di Silverstone.
Ia memperkirakan karakteristik dua sirkuit berikutnya, yakni Spa-Francorchamps dan Monza, juga akan menjadi tantangan berat bagi Red Bull.
"Spa pada dasarnya akan sama, dan Monza juga."
"Itu sangat disayangkan karena Spa jelas merupakan salah satu trek favorit saya. Tapi tahun ini akan terasa sangat berbeda."
Perubahan regulasi mesin Formula 1 2026 membuat pengelolaan energi menjadi faktor yang jauh lebih penting dibanding musim-musim sebelumnya.
Sayangnya, justru di sektor inilah Red Bull masih tertinggal dari beberapa rivalnya.
Kondisi yang terus diwarnai masalah membuat Verstappen mulai realistis terhadap peluangnya mempertahankan gelar juara dunia.
Usai GP Austria, ia sempat ditanya apakah Red Bull masih bisa melakukan comeback seperti tahun sebelumnya.
Jawabannya terdengar singkat, tetapi cukup menggambarkan situasi yang sedang dihadapi tim.
"Mereka seharusnya tidak menanyakan pertanyaan itu lagi kepada saya."
Meski secara matematis peluang masih terbuka, Verstappen memahami bahwa mengejar para rival akan jauh lebih sulit apabila Red Bull belum mampu mengatasi persoalan reliabilitas dan performa mobil.
Musim Formula 1 2026 masih menyisakan banyak balapan, sehingga peluang bangkit tetap ada. Namun, Red Bull kini menghadapi pekerjaan rumah yang jauh lebih besar dibanding beberapa musim terakhir.
Selain harus meningkatkan performa RB22, tim juga dituntut mengurangi berbagai masalah teknis yang terus muncul pada momen-momen penting.
Di tengah situasi itu, candaan Verstappen tentang "menabrak kucing hitam" terasa seperti gambaran paling tepat untuk musim yang sedang dijalani Red Bull.
Bukan hanya kehilangan kecepatan, tetapi juga terus dihantui rentetan nasib buruk yang membuat jalan mereka kembali ke puncak semakin terjal.
(tsy)
Load more