Diggia dan Pecco Tegas Tolak Permintaan Team Order Ducati untuk Muluskan Marc Marquez Raih Gelar Juara Dunia MotoGP 2026
- Facebook/MotoGP
tvOnenews.com - Fabio Di Giannantonio dan Francesco Bagnaia kompak menolak kemungkinan penerapan team order Ducati untuk membantu Marc Marquez merebut gelar juara dunia MotoGP 2026.
Di penghujung musim MotoGP 2026 ini, Marc Marquez duduk di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 10 poin dari Jorge Martin.
Dan pada gelaran MotoGP Malaysia 2026 mendatang, Martin bertekad untuk bisa tampil mengalami patah pergelangan tangan buntut crash di Phillip Island.
- Facebook/MotoGP
Situasi itu pun membuat persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 diprediksi akan berlangsung sengit akhir pekan ini.
Hal itu juga memunculkan pembahasan mengenai team order, terutama karena Marquez berpeluang menambah koleksi gelar dunianya.
Namun, Diggia dan Bagnaia menegaskan ingin tetap berjuang demi kepentingan masing-masing.
"Saya jelas memikirkan tentang kejuaraan saya," Fabio Di Giannantonio.
"Saya ingin mencoba memaksimalkan musim ini. Pada akhirnya, saya mengenakan seragam kuning dan melakukan yang terbaik untuk kepentingan saya dan tim, berusaha membawa pulang hasil terbaik, baik untuk karier saya maupun untuk tim." lanjutnya.
Diggia saat ini membidik posisi keempat klasemen, tetapi tidak menutup kemungkinan mengejar peringkat ketiga. Ia ingin memaksimalkan hasil di setiap seri tersisa.
"Saat ini, target terdekat, katakanlah, adalah posisi keempat. Tapi jangan pernah mengatakan tidak mungkin untuk posisi ketiga." ungkap Diggia.
- Instagram/Francesco Bagnaia
Sikap serupa ditunjukkan Bagnaia, yang akan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Aprilia pada musim depan. Ia menilai setiap pembalap seharusnya bebas memperjuangkan hasil sendiri.
"Jujur saja, saya belum pernah menerima satu pun dan saya juga tidak pernah memintanya,” kata Francesco Bagnaia.
"Ketika saya berjuang untuk meraih gelar, itu bukanlah sesuatu yang diharapkan, dan oleh karena itu saya percaya bahwa para pembalap harus bebas untuk balapan demi diri mereka sendiri." pungkasnya.
Pernyataan keduanya menegaskan bahwa pencapaian pribadi dan hasil tim tetap menjadi pertimbangan penting di tengah persaingan gelar MotoGP 2026 yang melibatkan reka satu tim mereka.
(akg)
Load more