Tutup Menu
LIVESTREAM
Riuh 'POP' Kemendikbud

Riuh 'POP' Kemendikbud

Kamis, 30 Juli 2020

Niat mulia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mencerdaskan bangsa menuai kritik. Salah satu program inovasi terbarunya yakni Program Organisasi Penggerak (POP) dinilai belum transparan.

 

Selain itu masuknya Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation ke dalam daftar penerima ‘suntikan’ dana hibah POP  juga membuat gusar sebagian kalangan sehingga organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, NU, dan PGRI pun mundur karena kriteria seleksi dan penetapan peserta dinilai tidak jelas. Mereka mempertanyakan proses penilaian karena diduga ada ormas abal-abal yang lolos dan mendapat bantuan dana POP.

 

Untuk menanggapi hal itu, Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan bahwa kedua group konglomerat tersebut tidak akan menggunakan APBN sepeser pun dalam partisipasinya di program POP.

 

Ada pun POP merupakan program peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia yang digagas oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud. Beberapa waktu lalu, Kemendikbud mengumumkan ada 156 organisasi yang memenuhi kriteria melaksanakan POP.

 

Ormas-ormas tersebut akan mendapatkan bantuan dari Kemendikbud dalam tiga kategori. Kategori Kijang maksimal Rp 1 miliar per tahun, kategori Macan maksimal Rp 5 miliar per tahun, dan kategori Gajah maksmal Rp 20 miliar per tahun.

 

"Menemukan inovasi yang bisa dipelajari dan diterapkan dalam skala nasional. Itulah makna dari program POP. Agar Kemendikbud bisa belajar dari masyarakat pergerakan pendidikan. Hanya satu misi program kami, mencari jurus dan pola terbaik untuk mendidik penerus negeri ini," kata Nadiem dalam video resmi yang dirilis Kemendikbud, Selasa (28/7).

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Trending
Jokowi Cek Obat Covid-19,  Epidemiolog UI: Itu Obat Keras, Petugas Bilang Ada Bisa Bermasalah

Jokowi Cek Obat Covid-19,  Epidemiolog UI: Itu Obat Keras, Petugas Bilang Ada Bisa Bermasalah

Pandu mengatakan paket obat yg disediakan pemerintah itu kontra-produktif & tidak mendidik rakyat agar hindari konsumsi obat keras.
Presiden Cari Obat Covid-19 di Apotek di Bogor, Hasilnya Nihil

Presiden Cari Obat Covid-19 di Apotek di Bogor, Hasilnya Nihil

Presiden kemudian langsung menelepon Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Sabtu Pagi Harga Emas Jatuh 3,6 dolar AS

Sabtu Pagi Harga Emas Jatuh 3,6 dolar AS

Harga emas turun atau melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu, 24 Juli 2021 pagi WIB).
Presiden Haiti yang Tewas Dibunuh Dimakamkan Setelah Dua Pekan

Presiden Haiti yang Tewas Dibunuh Dimakamkan Setelah Dua Pekan

Moise ditembak mati di rumahnya di Port-au-Prince pada Selasa (6/7). Pembunuhan Moise memicu krisis politik di negara miskin itu.
Filipina Diguncang Gempa Magnitudo 6,7

Filipina Diguncang Gempa Magnitudo 6,7

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS) mengeluarkan informasi terjadinya gempa bumi magnitudo 6,7 di Filipina, Sabtu dini hari, pukul 03.48 WIB.
Ini Jadwal Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Ini Jadwal Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Sejumlah atlet Indonesia dari beberapa cabang olahraga akan memulai perjalanan tim Merah Putih dalam Olimpiade 2020 Tokyo, Sabtu.
Red Bull Alami Kerugian 26 miliar rupiah Akibatkan Tabrakan Max Verstappen vs Lewis Hamilton

Red Bull Alami Kerugian 26 miliar rupiah Akibatkan Tabrakan Max Verstappen vs Lewis Hamilton

Tabrakan antara mobil Max Verstappen dan Lewis Hamilton di Grand Prix Inggris telah mengakibatkan Red Bull mengalami kerugian sebesar 1,8 juta dolar AS.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Kabar Siang
14:00 - 14:30
OnePrix
14:30 - 15:00
Football Vaganza
15:00 - 15:30
Buru Sergap
15:30 - 16:00
Ragam Perkara
16:00 - 17:30
Kabar Petang
Selengkapnya