Tragedi G30S PKI bukan hanya meninggalkan kisah kelam tentang gugurnya para jenderal dan pahlawan revolusi. Peristiwa berdarah itu juga merenggut nyawa bocah kecil
Kisah tewasnya Ade Irma Suryani Nasution saat rumah Jenderal AH Nasution diserang Pasukan Cakrabirawa pada tragedi G30S PKI bikin sedih. Ia sempat menanyakan hal ini kepada sang ibunda.
Di balik kisah tujuh Jenderal yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI, ada satu korban tak berdosa yang menjadi saksi bisu kekejaman sejarah kelam tersebut.
Siapa sangka, Presiden ke-2 RI sekaligus sosok jenderal yang banyak dapat sorotan, Soeharto pernah ditempeleng oleh Ahmad Yani dan dipecat AH Nasution. Namun..
Momen Jenderal AH Nasution memecat Soeharto membuat nasibnya kian sengsara saat masa orde baru. The Smiling Jenderal berkuasa, hidup AH Nasution dicekal...
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni segera berkoordinasi ke Pemerintah Pusat guna mendorong operasional Bandar Udara (Bandara) Abdul Haris
Siapa sangka, Soeharto yang memiliki sejarah kelam seperti pernah ditempeleng Ahmad Yani, dipecat AH Nasution justru malah jadi penguasa dan Presiden Republik Indonesia ke-2.
The Smiling General (julukan Soeharto) selamat saat beberapa Jenderal TNI, termasuk Ahmad Yani dihabisi di peristiwa berdarah G30S PKI. Adapun saat itu ternyata
Ade Irma Suryani Nasution lahir di Jakarta pada 19 Februari 1960. Ia putri dari Jenderal A.H Nasution dan jadi korban peristiwa Gerakan 30 September (G30S).
Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara