Kemenkes menilai bahwa tidak ada hubungan antara penyebaran nyamuk ber-wolbachia dan tingkat keganasan nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah (DBD).
Kasus DBD di Kota Bandung alami peningkatan. Bahkan hingga Maret kasus DBD ini mencapai 2.215 kasus, 8 orang meninggal akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.Ă‚Â
Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD)  yang tercatat Dinas Kesehatan Situbondo pada awal tahun 2024 mencapai 40 kasus yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Keberadaan nyamuk Aedes Aegypti menjadi permasalahan saat musim penghujan tiba. Nyamuk tersebut bisa membawa virus dengue yang berkaitan dengan penyakit DB.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan gigitan nyamuk aedes aegypti dengan kandungan bakteri wolbachia tak berbahaya bagi manusia dan ramah lingkungan
Penularan virus dari nyamuk Aedes aegypti atau yang dikenal nyamuk yang menyebabkan penyakit DBD, bisa ditrunkan dengan penggunaan nyamuk ber-Wolbachia
Sejak memasuki musim penghujan pada yaitu pada awal Oktober lalu, ratusan warga di Kotim, Kalimantan Tengah, kasus Demam Berdarah Dangue (DBB), meningkat tajam.
Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI R.A. Adaninggar Primadia Nariswari mengatakan masyarakat tak perlu khawatir soal penyebaran nyamuk berbakteri Wolbachia.
Musim penghujan, puluhan warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Melonjaknya kasus DBD ini membuat Dinas Kesehatan Rembang gencar melakukan fogging untuk pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti.
23 warga Klaten, Jawa Tengah meninggal akibat penyakit demam berdarah. Pemerintah minta warga waspada da aktif dalam memberantas jentik nyamuk di lingkungannya
SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.