Red Sparks kembali membuat gebrakan sampai Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) mengumumman adanya perubahan pemain di mantan tim Megawati Hangestri pada ajang Liga Voli Korea 2025-2026.
Bintang voli asal Indonesia, Megawati Hangestri kini kian dikenal oleh pecinta Korean V League berkat penampilan impresifnya bersama Red Sparks. Terutama saat..
Nama bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri, kini semakin meroket di Korea Selatan berkat penampilan impresifnya dengan Red Sparks di V league musim lalu.
Sahabat Megawati Hangestri yakni An Ye-rim yang berposisi sebagai setter juga pemain Red Sparks turut mendapatkan julukan unik dari volimania di Korea Selatan.
Antusiasme yang besar ditunjukkan pemain Red Sparks jelang berkunjung ke Indonesia pada April 2024. Mereka sampai minta diajari hal ini oleh Megawati Hangestri.
Jelang lawatan Red Sparks ke tanah air pada April 2024, rekan-rekan setim Megawati Hangestri sampai mau mempelajari hal ini sebelum berkunjung ke Indonesia.
Penampilan Megawati Hangestri bersama Red Sparks menuai perhatian dari kalangan penggemar voli bahkan Megatron disebut sebagai duta budaya Indonesia di Korea.
Opposite andalan Red Sparks, Megawati Hangestri menjadi sorotan publik saat mengajarkan rekan setimnya cara mengenakan hijab. Yeum Hye-seon dan An Ye Rim.
Timnas Indonesia mendadak disinggung oleh Filipina, jelang menjalani laga hidup dan mati melawan Malaysia. The Azkals yakin bahwa mereka bisa bersaing di perebutan tiket ke semifinal Piala AFF 2026 melalui peringkat ketiga terbaik.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat lima orang meninggal dunia dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar di perairan Utara Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu (2/8/2026).
Justin Hubner terlibat adu mulut dengan pemain Vietnam di media sosial usai kekalahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Bintang Garuda memberikan komentar pedas.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan melawan Singapura di Piala AFF 2026. John Herdman wajib mencari solusi demi menjaga peluang lolos semifinal.
Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.