Media Australia soroti pasangan warga negara asing (WNA) nekat melakukan tindak asusila di pekarangan rumah warga Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.
Sebuah video di media sosial vira melihatkan bule atau WNA asal Australia di Bali sedang mabuk memukul warga hingga luka yang kejadiannya, Kamis (11/4/2024).
WNA Australia bernama Mchartur Brenton Craig Abas Abdullah membuat heboh karena meludahi Imam Masjid Al Muhajir di Sekajati Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat.
Tidak butuh waktu lama, Jajaran Reskrim Polrestabes Bandung bekerjasama dengan Imigrasi Sukarno Hatta Tanggerang Banten, Jumat malam (28/4/2023), Â sekira pukul 23.00 Wib berhasil mengamankan Warga Negara Asing (WNA) yang meludahi Imam Masjid Al Muhajir di Sekajati Buah Batu Kota Bandung Jawa Barat.
Warga Negara Asing (WNA) asal Australia memaki-maki hingga meludahi seorang imam masjid di Kota Bandung, ini tampang bule yang ludahi imam masjid di Bandung.
Warga Negara Asing (WNA) Australia yang meludahi Imam Masjid Al Muhajir, di Buah Batu Kota Bandung ternyata sempat menginap di hotel persis di depan masjid.
Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia berinisial JEF (51) ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, karena kedapatan menyelundupkan narkotika jenis heroin dan sabu di dalam anusnya.
Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.