Pengacara Pegi Setiawan, Toni RM menyoroti pengakuan Iptu Rudiana soal CCTV atau kamera pengawas yang merekam peristiwa kasus Vina dan Eky di flyover Talun.
Mendengar isu dugaan tersebut, ayah dari Eky, Iptu Rudiana menjelaskan alasan Kepolisian belum beri keterangan soal CCTV. Ternyata saat itu, simak penjelasannya
Mantan Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. (Purn) Susno Duadji mengatakan bahwa bukti-bukti terkait kasus kematian Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat, pada 2016 masih belum cukup kuat untuk menunjukkan adanya unsur pembunuhan.
Usai lama menghilang dan bungkam, kini Iptu Rudiana akhirnya muncul buka suara menjawab berbagai tudingan yang menyasarnya dalam pusaran kasus pembunuhan Vina.
Keberadaan CCTV terkait kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 2016 lalu dibongkar oleh Iptu Rudiana yang juga merupakan ayah dari korban Eky. Ternyata kamera tersebut menyorot ke arah ini.
Pihak kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni RM menyatakan bahwa telah menjalin komunikasi dengan kakak mendiang Vina, dan membocorkan isi percakapannya. Apa itu?
Iptu Rudiana buka suara usai Dede menudingnya memaksa berikan keterangan kepada para saksi. Kini saksi baru mengklaim rekaman CCTV kasus Vina Cirebon itu...
Dede mengaku untuk memberikan kesaksian palsu waktu itu. Saat dirinya diminta menceritakan skenario yang telah dirancang oleh Iptu Rudiana kepada penyidik..
Pengacara Pegi Setiawan, Toni RM beberkan kemunculan saksi kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon. Bahkan, kata Toni, saksi baru itu memberikan informasi penting
Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Katapang (Gemka) mendesak Polres Seram Bagian Barat (SBB) untuk segera menangkap pelaku dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap warga Dusun Katapang yang terjadi di wilayah Dusun Olas, Kecamatan Huamual, Maluku.
Top 3 Bola hari ini: Timnas Indonesia U-19 sukses melaju ke semifinal, media Vietnam memprediksi nasib Garuda usai hajar Oman, Bung Binder bela John Herdman.
Timnas Indonesia U-19 sukses memastikan tiket ke babak semifinal Piala AFF U-19 2026 setelah meraih kemenangan penting atas Vietnam. Hasil tersebut sekaligus membuat nasib The Golden Star Warriors di ujung tanduk.
Korlantas memutuskan menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 tersebut karena saat ini institusi kepolisian tengah fokus pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara.
Walau punya selisih gol signifikan, Vietnam harus bersaing di klasemen mini runner up terbaik setelah Timnas Indonesia U-19 berhasil lolos langsung sebagai juara Grup A.