Pernyataan Jusuf Kalla (JK) terkait potensi terjadinya âchaosâ pada periode JuliâAgustus 2026 menuai perhatian publik. Sejumlah pihak menilai, pernyataan tersebut memiliki implikasi politik yang tidak sederhana, terutama di tengah dinamika global dan domestik saat ini.
Belakangan ini mencuat isu Indonesia bakal chaos dalam waktu dekat. Kemudian, hal itu dibantah oleh Seskab Teddy Indra Wijaya. Bahkan ia menegaskan negara
Massa menyerbu rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok. Chaos disertai perusakan, hingga isu penjarahan koleksi pribadi, termasuk patung Iron Man yang raib.
Dorongan massa yang semakin memanas membuat situasi di depan DPR semakin ricuh. Aparat keamanan yang terdiri dari polisi dan TNI langsung memperketat penjagaan.
Dari mulai sholat Id, berziarah, bersilaturahmi dengan keluarga hingga makan-makan hingga akhirnya libur lebaran yang tersisa menjadi waktu kosong alias gabut.
Baru 2 bulan dioperasikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup Tebet Eco Park untuk sementara. Kehadiran taman itu mengundang PKL dan parkir liar
Warga Tebet, Ricky Siahaan, mengeluhkan kehadiran parkir liar dan PKL yang menghalangi jalan utama di kawasan Tebet Eco Park. Wagub Riza Patria menanggapinya
Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Pak Di, nama samaran, yang telah bekerja 10 tahun lebih di Ponpes Ndholo Kusumo sebetulnya telah lama curiga terhadap gelagat Kiai Ashari terhadap santriwati.