Kasus dugaan perundungan terhadap SA (7) siswa kelas 2 SD di wilayah Menganti, Gresik yang mengaku ditusuk mata kanannya hingga buta viral dan membuat heboh.
Akhirnya setelah lebih dari sebulan lamanya tidak masuk sekolah, bocah SA (7) siswi kelas 2 SD asal Menganti Gresik sudah kembali masuk ke sekolah barunya.
SA (7) siswi SD kelas 2, korban dugaan perundungan colok tusuk bakso asal Menganti, Gresik yang dikabarkan mengalami penurunan penglihatan, saat ini kondisinya membaik.
Meskipun hasil pemeriksaan MRI kasus dugaan perundungan siswi SD dicolok tusuk bakso tidak ditemukan tanda kekerasan, namun penyidik Polres Gresik terus bekerja
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi, menyambangi bocah SA (7), korban kasus dugaan perundingan dengan dicolok matanya menggunakan tusuk bakso
Kasus dugaan perundungan siswi kelas 2 SD di Menganti Gresik yang mengaku matanya dicolok tusuk pentol oleh kakak kelasnya, pelan-pelan mengungkapkan fakta baru
Dugaan perundungan, dalam kasus pencolokan mata dengan tusuk bakso yang menimpa SA (7), siswi kelas 2 SDN 263, di Menganti, Gresik, masih menyimpan kejanggalan
Kasus siswi SD di Gresik yang diduga mengalami perundungan dengan dicolok tusuk bakso dimata kanannya hingga dikabarkan buta, kini mulai menuai titik terang.
Dinilai tidak kooperatif pengacara SAH siswi di Menganti yang buta akibat dicolok tusuk bakso mendesak polisi agar kepsek segera ditetapkan sebagai tersangka
SA, korban pencolokan mata menggunakan tusuk bakso oleh (diduga) kakak kelas hingga kehilangan penglihatannya, dirujuk ke RS Pelindo Husada Utama (PHC) Surabaya
SAH, siswi kelas sekolah dasar bocah korban colok mata hingga buta di Gresik, menjalani pemeriksaan psikologis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.
Samsul Arif, ayah siswi SD di Gresik yang mengalami kebutaan akibat dicolok kakak kelasnya dengan tusuk bakso, akhirnya mendapat pendampingan hukum dari lembaga Bantuan hukum IPHI Jatim.
SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.