News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diryanto

Pengakuan ART: Ferdy Sambo Menangis saat Minta Panggilkan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan usai Penembakan

Pengakuan ART: Ferdy Sambo Menangis saat Minta Panggilkan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan usai Penembakan

ART) Diryanto alias Kodir yang bekerja di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo memberikan kesaksian atas tragedi pembunuhan berencana Brigadir J.
ART Ferdy Sambo Lihai Jawab Pertanyaan Arman Hanis Cs, Majelis Hakim Murka

ART Ferdy Sambo Lihai Jawab Pertanyaan Arman Hanis Cs, Majelis Hakim Murka

Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo yang bernama Diryanto alias Kodir kembali menjadi saksi dalam persidangan atasannya itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Dinilai Berbohong, Susi dan Kodir Sama-Sama Terancam Menjadi Terdakwa, Ada Apa dengan ART Ferdy Sambo?

Dinilai Berbohong, Susi dan Kodir Sama-Sama Terancam Menjadi Terdakwa, Ada Apa dengan ART Ferdy Sambo?

Sidang kali ini menghadirkan beberapa orang sebagai saksi, salah satunya yakni Diryanto alias Kodir yang merupakan Asisten Rumah Tangga (ART) dari Ferdy Sambo
Tegas! Keterangannya Berbelit-belit dan Berbohong, Jaksa Minta Susi dan Kodir ART Ferdy Sambo Dijadikan Tersangka

Tegas! Keterangannya Berbelit-belit dan Berbohong, Jaksa Minta Susi dan Kodir ART Ferdy Sambo Dijadikan Tersangka

Susi dan Diryanto atau Kodir, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terancam dipidana usai beri keterangan dalam sidang kasus Brigadir J
Sosok Pembersih Darah Brigadir J Jadi Saksi, Akui Ada Pecahan Seperti Beling

Sosok Pembersih Darah Brigadir J Jadi Saksi, Akui Ada Pecahan Seperti Beling

Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir mengaku diperintah untuk membersihkan darah milik Brigadir J alias Yosua Hutabarat saat tragedi
Memuat Konten Berikutnya...

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT