Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, memberikan apresiasi kepada Kapolda Riau, Herry Heryawan, beserta seluruh jajaran Kepolisian Daerah Riau atas keberhasilan menuntaskan pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota DPRD Pekanbaru, Zulkardi, Kamis (16/4/2026), yang menilai langkah tegas Kapolda Riau, Hery Heriawan, telah memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.
Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Riau menganulir penetapan hakim terkait penyitaan aset dalam perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani Polda Riau.
DPRD Kota Pekanbaru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau atas keberhasilan mengungkap peredaran narkotika jenis ganja kering seberat 63 kilogram yang disimpan di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.
DPRD Kota Pekanbaru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau atas keberhasilan mengungkap peredaran narkotika jenis ganja kering seberat 63 kilogram yang disimpan di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.
Mantan Sekretaris DPRD Riau, Muflihun mengaku akan menempuh usai namanya disebut terlibat dalam dugaan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Sekretariat DPRD Provinsi Riau periode tahun 2020-2021.
Salah satu jalan yang menjadi perhatian utama yaitu Jalan Kampung Kemuning Muda, Bungaraya, Siak, Riau. Jalan sepanjang kampung kondisinya semakin rusak parah.
Ditreskrimsus Kapolda Riau menyita sebanyak 11 penginapan di Tempat Wisata Harau, Jorong Padang Torok, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Polisi menyebutkan penginapan diduga hasil dari tindak pidana korupsi di Sekretariat Dewan DPRD Provinsi Riau yang tengah diusutnya. Penginapan tersebut bernama "Sabaleh Homestay" yang berdiri di lahan seluas 1.206 meter persegi.
Viral di beberapa media sosial WhatsApp yang beredar di Kabupaten Siak yang memperlihatkan video berdurasi lima detik tentang kegembiraan ibu-ibu mendapatkan uang senilai Rp 100.000, yang hadir pada saat kampanye dialogis Paslon 03 yakni Alfedri-Husni. Pada video tersebut, puluhan undangan yang hadir melambaikan uang pecahan Rp 100.000 kearah kamera sambil memegang baju kaos Paslon cabup dan wabup Alfedri-Husni.
Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.