Fenomena embun es atau embun beku di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah terus terjadi. Hal menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang.
Suhu capai minus 5 derajat selsius fenomena embun es kembali muncul di seputaran komplek Candi Arjuna, dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Â
Suhu udara lebih dingin dari bulan-bulan sebelumnya, para wisatawan diimbau lebih mempersiapkan diri sebelum berlibur ke dataran tinggi Dieng, Banjarnegara.
Musim kemarau dan angin monsun Australia yang membawa udara kering. Fenomena embun es di dataran tinggi Dieng diprediksi akan terjadi lagi pada Juli tahun ini.
Salah satu wisatawan rela pulang pergi dari Jakarta ke Dieng. Pasalnya ia telah menanti selama 30 tahun hanya untuk melihat fenomena embun beku di Dieng.
Suhu capai minus 1 derajat, fenomena embun es kembali muncul di komplek Candi Arjuna, dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis pagi (30/06/2022).
Fenomena embun es merupakan fenomena yang biasa terjadi di bidang meteorologi. Namun, embun es ini biasanya terjadi di puncak musim kemarau yakni Juni-Agustus.
Fenomena embun es kembali muncul di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa pagi (04/01/2021). Suhu udara Dieng mencapai 5 derajat celsius.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.