I Wayan Agus Suartama (IWAS) atau dikenal sebagai Agus Buntung dituntut jaksa hukuman 12 tahun penjara dalam sidang kasus pelecehan seksual yang menyeretnya.
Majelis hakim PN Mataram, periksa dua teman korban pelecehan seksual dalam sidang lanjutan terdakwa I Wayan Agus Suartama (IWAS) alias Agus, Senin (3/2/2025).
Ibu kandung terdakwa pelecehan seksual I Wayan Agus Suartama (IWAS) alias Agus, Ni Gusti Ayu Ari Padni (52), jatuh pingsan saat sidang perdana di PN Mataram.
Penyandang disabilitas, I Wayan Agus Suartama terdakwa pelecehan seksual mengajukan pengalihan status tahanan kepada majelis hakim karena merasa tak nyaman.
Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Agus, seorang pemuda 21 tahun penyandang disabilitas dari Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah selesai disidik.
Seringkali mendekati perempuan untuk melancarkan aksi bejatnya, ternyata Agus Buntung sudah memiliki kekasih yang tetap setia meski sudah ditetapkan tersangka.
Meski sudah ada belasan laporan yang masuk ke Polda NTB, namun ibunda Agus Buntung I Gusti Ayu Aripadni tetap yakin anaknya tak melakukan pelecehan seksual.
Kuasa hukum korban I Wayan Agus Suartama mengungkapkan fakta baru soal kasus pelecehan seksual yang dilakukan pria difabel tersebut, yakni melibatkan sang ibu.
Pemilik homestay langganan IWAS mengungkapkan, bahwa Agus Buntung kerap membawa perempuan berbeda-beda ke penginapan miliknya yang terletak di Mataram, NTB.
Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Pengamat Belanda menyebut para pemain diaspora Timnas Indonesia yang langsung menerima paspor WNI, tanpa pertimbangan matang sebagai tindakan yang "bodoh".