Sosok Kapten Westerling meninggalkan kenangan pilu yang sulit dilupakan bagi rakyat Sulawesi Selatan. Setiap tahun pada 11 Desember, selalu diperingati sebagai Hari Korban 40 Ribu Jiwa.
Sosok Kapten Westerling melekat dalam ingatan kelam masyarakat di Sulawesi Selatan. Setiap tahun di tanggal 11 Desember selalu diperingati sebagai Hari Tragedi Pembantaian 40 Ribu Jiwa.Â
Kamis 5 Desember 1946, dibawah pimpinan Kapten Westerling, sebanyak 123 personel pasukan khusus Belanda atau Depot Speciale Troepen (DST) tiba di Makassar.
Pagi itu di Kampung Batua Makassar, 11 Desember 1946, pukul 10.30, sudah ada 24 mayat tergeletak. Kampung itu diserbu Kapten Westerling sejak pukul 03.00 pagi.
Untuk meningkatkan efektivitas terornya di Sulawesi Selatan, pembantaian didahului dengan menyebarkan kisah bahwa Kapten Westerling memiliki kekuatan magis.Â
Pada umumnya orang Belanda mengenang Kapten Westerling dengan rasa malu. Namun di Sulawesi Selatan butuh waktu lama untuk melupakan nama Kapten Westerling.
"Siapa yang tidak sanggup berdiri dengan kedua kaki berada dalam genangan darah setinggi pergelangan kaki, silahkan pergi sekarang!" kata Kapten Westerling.
Kapten Westerling tertawa ketika mendengar bahwa Ia telah membantai 40 ribu korban dalam operasi militer yang Ia lakukan. Berapa jumlah pasti korban Westerling?
Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.