DN Aidit seolah punya cerita plot twist meski dia dicap sebagai dalang G30S PKI. Di masa mudanya, ia ternyata dikenal sebagai pemuda yang agamis di kampungnya.
Sebelum dieksekusi, DN Aidit masih sempat meminta kopi dan rokok. Saat interogasi, ia mengakui bertanggung jawab atas tragedi G30S 1965. Bahkan, ia meminta agar
Selain menjadi algojo DN Aidit ketika menumpas simpatisan G30S PKI, Kolonel Yasir Hadibroto dikenal setia dengan Mayjen Soeharto yang menjabat Pangkostrad.
DN Aidit dikenal sebagai sosok yang taat agama bahkan rutin mengumandangkan adzan semasa kecilnya. Hingga akhirnya, dia mulai tertaik dengan paham komunis.
Dulunya rajin sembahyang dan mengaji bahkan lahir dari keluarga religius, tapi kenapa DN Aidit malah jadi ketua PKI hingga disebut sebagai dalang G30S PKI?
Nasib tragis dialami Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI)Â Dipa Nusantara Aidit atau yang akrab dikenal DN Aidit. Usai ditangkap pada 22 November 1965, tokoh ...
Nasib tragis dialami Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit atau yang akrab disapa DN Aidit. Setelah ditangkap pada 22 November 1965, Aidit
Media Korea menyoroti draft pemain asing V-League terbaru setelah Megawati Hangestri dipastikan absen, meninggalkan kekosongan di posisi penyerang utama tim.
Dua hari sebelum laga melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, John Herdman mendadak mencoret Dean James dari Timnas Indonesia. Siapa penggantinya?
Dean James dikonfirmasi batal memperkuat Timnas Indonesia untuk melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. Media Belanda ini pun bongkar alasannya.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah memutuskan untuk mencoret salah satu pemain jelang FIFA Series 2026. Dean James tidak dapat dibawa dengan alasan sakit.
Beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia ternyata memiliki perjanjian awal untuk tetap berkarier di luar negeri, meski mendapat tawaran dari klub Liga 1.
Pelatih Bulgaria, Alexsandar Dimitrov meluruskan rekam jejaknya sebelum berlaga di FIFA Series 2026. Eks asisten pelatih Timnas Indonesia itu bilang pernah bela Persija Jakarta (2002), bukan Persipura Jayapura.