Kasus pembakaran diawali kecurigaan keluarga korban ( Nia G), yang menduga Suami korban sebagai pelaku pembunuhan NG di dalam kali dengan posisi tangan terikat.
Korban bulliying berinisial R (13) yang merupakan siswa di salah satu SMP di Kecamatan Pringsurat, nekad membakar sejumlah ruangan sekolah karena sakit hati
Tito Napitupulu, Kuasa Hukum korban teror pembakaran mobil meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membantu penyembuhan trauma yang dialami anak
Seorang pria tewas dibakar orang tak dikenal di jembatan Jalan Jelambar Aladin RT 4/6 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (4/1/2023)
Aparat Kepolisian Polres Dogiya, BKO Brimob dan Datgas Damai Carten saat ini terus melakukan pencarian sejumlah warga yang hilang akibat peristiwa pembakaran.
Pihak kepolisian menangkap dua dari empat pelaku pembakaran mobil warga di Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang, Sumatera Utara, yang terjadi beberapa waktu lalu
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.