Dua orang panitia kurban Idul Adha 1445 H di Masjid Nurul Yaqin, Way Halim, Kota Bandar Lampung, jadi korban amukan hewan kurban tersebut, Senin (17/6/2024).
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan rayakan Idul Adha 1445 H bersama keluarga di kediamannya, di Masjid Babul Khoirot, Jakarta Selatan Senin (17/6/2024).
Seekor mengamuk saat hendak dipotong oleh panitia kurban di Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung Jawa Barat hingga terlepas dan lari ke pemakaman umum. Hal itu pun membuat panitia harus memanggil petugas kebakaran.
Momen Iduladha memang selalu dinanti oleh seluruh umat muslim di dunia, tak pelak kisah lucu yang kerap terjadi saat proses pemnyembelihan hewan kurban.Â
Panitia hewan kurban Masjid Nurul Fallah, Pekon Banyuurip, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengalami kesulitan dan kuwalahan saat hendak memotong sapi limosin seberat 900 kilogram yang memberontak dan agresif saat hendak dipotong pada Hari Raya Iduladha, Minggu (10/7/2022).
Seekor sapi yang akan dipotong meronta mundur dan masuk ke lubang yang berada dibelakangnya. Evakuasi sapi dramatis selama lebih dari satu jam dengan crane
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.